Virus Corona

Patroli Pembubaran Massa oleh Polri Dipandang Efektif

Setelah terbitnya Maklumat Kapolri, 19 Maret 2020, jajaran Polri gencar patroli skala besar membubarkan kerumunan massa.

Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Kapolri Jenderal Idham Azis dan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta, Senin (17/2/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Setelah terbitnya Maklumat Kapolri, 19 Maret 2020, jajaran Polri gencar patroli skala besar membubarkan kerumunan massa.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai wabah virus corona (Covid-19) yang melanda Indonesia.

Lantas bagaimana hasilnya setelah 10 hari penerapan maklumat kapolri?

‎Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan sejauh ini patroli pembubaran massa sudah efektif.

"Alhamdulillah sejauh ini masyarakat Indonesia secara umum memahami ‎mengapa kami membubarkan kerumunan," ucap jenderal bintang empat itu saat dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (28/3/2020).

Baca: Antisipasi Virus Corona, Kapolri: Patroli Pembubaran Massa Akan Terus Dilakukan

Baca: Anies Baswedan Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19 di Jakarta Hingga 19 April

Mantan Kabareskrim ini melanjutkan ‎karena masyarakat sudah memahami dan tidak ada yang melakukan perlawanan saat dibubarkan, sejauh ini Polri belum menerapkan unsur pidana pada masyarakat yang "bandel" melawan petugas.

Sementara itu, juru bicara presiden Fadjroel Rachman menyatakan Polri berhak menindak tegas masyarakat yang menolak pembubaran kerumunan di tengah wabah corona.

Halaman
12
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved