Breaking News:

Mudik Lebaran 2020

Jokowi Larang Mudik, Menteri Agama Minta Tetap di Rumah: Mudaratnya Lebih Banyak Dibanding Manfaat

Menteri Agama, Fachrul Razi, menyebutkan mudik ke kampung halaman di tengah pandemi corona lebih banyak kerugian dibandingkan keuntungannya.

Lusius Genik
Menteri Agama Fachrul Razi di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (31/1/2020) - Menteri Agama, Fachrul Razi, menyebutkan mudik ke kampung halaman di tengah pandemi corona lebih banyak kerugian dibandingkan keuntungannya. 

"Kita melaksanakan salat wajib, Tarawih, tadarus, dan sebagainya di rumah masing-masing saja," tandasnya.

Sebelumnya, penetapan larangan mudik disampaikan oleh Jokowi dalam rapat terbatas dengan sejumlah menteri.

Hal tersebut disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Kompas TV, Senin (20/4/2020).

Jokowi menjelaskan telah melakukan penelitian di lapangan terkait mudik yang dilakukan oleh masyarakat.

Instansi terkait, yakni Kementerian Perhubungan, juga sudah melakukan pengkajian perihal mudik.

Dalam rapat terbatas bersama beberapa menteri, Jokowi menyebutkan masyarakat yang memutuskan tidak mudik sebesar 68 persen.

Baca: Politikus PKB Tak Setuju Jokowi Larang Masyarakat Mudik Lebaran

Baca: Komisi IX DPR RI Ingatkan Pemerintah Beri Bantuan Kepada Warga yang Tak Mudik

Namun, terdapat 24 persen lainnya masih bersikukuh untuk tetap mudik.

Tak hanya itu, sebesar 7 persen masyarakat sudah melakukan mudik atau kembali ke kampung halaman.

"Jadi, dari hasil kajian-kajian yang ada di lapangan, pendalaman yang ada di lapangan," ucap Jokowi.

"Kemudian juga dari hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, disampaikan bahwa yang tidak mudik (sebesar) 68 persen."

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved