Virus Corona
Jangan Sia-siakan Pengorbanan Rakyat, PSBB Harus Berhasil
"PSI berharap PSBB berhasil. Pengorbanan rakyat jangan disia-siakan. Setelah PSBB mudah-mudahan kehidupan bisa berangsur-angsur normal." Kata Dara
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berharap PSBB yang telah diputuskan pemerintah di Jabodetabek serta beberapa kota lainnya di Indonesia, seperti Bandung Raya dapat menekan penyebaran wabah virus corona atau Covid-19.
"PSI berharap PSBB berhasil. Pengorbanan rakyat jangan disia-siakan. Setelah PSBB mudah-mudahan kehidupan bisa berangsur-angsur normal." Kata Dara Nasution Koordinator Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) dalam keterangannya, Jumat (24/4/2020).
Baca: Faisal Basri: Siapa Komandan Penanganan Wabah Corona? Luhut atau Satgas Covid-19?
Dara mengingatkan pemerintah untuk melaksanakan dua hal penting supaya PSBB berhasil secara maksimal mengurangi wabah sehingga pengorbanan rakyat yang menderita karena kehilangan penghasilan selama PSBB tidak sia-sia.
Pertama, pemerintah benar-benar harus melaksanakan PSBB secara ketat agar efektif menurunkan penyebaran wabah.
"Pelaksanaan PSBB jangan setengah hati seperti PSBB dua minggu lalu di Jakarta. Jalanan masih macet. Tidak ada penegakan hukum atau sanksi bagi yang keluar rumah. Hasilnya, peyebaran wabah tetap terjadi. Kasihan juga kepada rakyat yang sudah berkorban tidak bekerja namun dikhianati oleh warga lain yang bandel. Intinya PSBB harus sangat ketat." Tegas Dara.
Kedua, pemerintah harus siapkan swab test (PCR) masif dan gratis selama PSBB. Hanya dengan test yang masif dan gratis PSBB befungsi maksimal.
"Tanpa tes masif dan gratis, PSBB akan sia-sia. Dengan test kita jadi tahu siapa saja dan di mana saja penyebaran Covid-19. Kita jadi tahu kluster penyebaran virus sehingga bisa diantisipasi penyebarannya." Terang Dara.
Jika dua hal di atas diterapkan selama PSBB, PSI berharap sebulan kedepan kehidupan mulai berangsur-angsur normal.
“Saya berharap setelah PSBB kehidupan mulai normal. Tentu dengan tetap memperketan gaya hidup seperti tetap menjaga jarak, sering cuci tangan dan memakai masker." Jelas Dara
Setelah PSBB kantor, mal, tempat makan harus tetap menerapkan standar jarak antar pengunjung atau karyawan.
Warga tetap menjaga jarak, menggunakan masker dan sarung tangan, juga wajib mencuci tangan dengan sabun tiap dua jam.
Baca: Bamsoet : Peran Masyarakat Kunci Pemulihan Kehidupan dan Ekonomi Akibat Dampak Wabah Covid-19
Ini sebagai langkah preventif ketika wabah diyakini belum benar-benar mereda.
"Ini harapan kita semua. Ketika PSBB berakhir, buruh kembali bekerja, kuli panggul bisa dapat penghasilan, pegawai mulai masuk kantor lagi, penjaga toko dan mal kembali bisa bertugas, tukang gado-gado, bakso, dan ketoprak kembali bisa berjualan seperti biasa." Pungkas Dara.