Breaking News:

KPK Diminta Telusuri Dugaan Korupsi Program Pelatihan Kartu Prakerja

Seharusnya ada tender dalam penunjukkan delapan mitra program Kartu Prakerja agar prinsip adil dan bersaing bisa terpenuhi

Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Tangkapan layar salah satu Inisiator Prakerja.org Andri W Kusumasaat peluncuran program Prakerja.org melalui siaran virtual, Jumat (15/5/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelompok masyarakat sekaligus penggagas Prakerja.org mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) untuk mengusut dugaan korupsi dalam program pelatihan secara daring atau online Kartu Prakerja.

Salah satu Inisiator Prakerja.org Andri W Kusuma mengatakan, program Kartu Prakerja merupakan program yang sangat baik bagi masyarakat.

Baca: Larangan Warga di Jakarta Keluar Jabodetabek Berlaku Sejak 14 Mei, Begini Isi Pergubnya

Namun, ia mensinyalir terjadi penyalahgunaan.

"Tapi pada saat pelaksanaannya itu terjadi pembelokan," kata Andri W Kusuma saat peluncuran program Prakerja.org melalui siaran virtual, Jumat (15/5/2020).

Andri menjelaskan, seharusnya ada tender dalam penunjukkan delapan mitra program Kartu Prakerja agar prinsip adil dan bersaing bisa terpenuhi.

Maka itu, ia menyayangkan anggaran Rp20 Triliun yang disiapkan bagi 5,6 juta pengangguran harus disisihkan sebanyak Rp 5,6 Triliun untuk pelatihan online yang diselenggarakan delapan lembaga penyedia platform pelatihan dengan pagu Rp1 Juta per orang.

Selain itu, Andri mengatakan, disaat situasi sulit seperti sekarang ini, pemerintah menyediakan dana yang dibutuhkan agar masyarakat bisa mendapatkan bantuan tunai untuk bertahan hidup.

Namun, program ini memberikan kesempatan segelintir pihak, dalam hal ini penyedia platform pelatihan dan pihak-pihak terkait, memperkaya diri.

Andri lantas pun membeberkan pelatihan yang diselenggarakan Skill Academy dari Ruangguru berdasarkan laporan pelaksanaan fase pertama, menguasai sekitar 62 persen transaksi pelatihan masyarakat penerima Bansos Prakerja.

Halaman
123
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved