Breaking News:

Virus Corona

Poltracking Sumbangkan 20.000 Paket Bansos dan 150.000 Paket Makan Gratis

Bantuan ini diberikan sebagai gerakan kepedulian untuk saling berbagi dan menguatkan optimisme

istimewa
Poltracking Peduli untuk warga terdampak Covid-19. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda berbagi keberkahan selama bulan Ramadhan di tengah pandemi dengan menyumbangkan 20.000 paket bantuan sosial (bansos) dan 150.000 paket makan gratis melalui Program Poltracking Peduli.

Bantuan ini diberikan sebagai gerakan kepedulian untuk saling berbagi dan menguatkan optimisme dalam menghadapi masa darurat corona (Covid-19).

“Ini adalah sebuah ikhtiar untuk turut menebar semangat optimisme dan rasa kepedulian antar sesama anak bangsa. Sekecil atau sebesar apa pun kontribusi kita. Mari saling berbagi,” kata Hanta dalam keterangannya, Jumat (15/5/2020).

Pandemi global ini berdampak krisis pada berbagai sektor, dari kesehatan hingga ekonomi.

Program bansos dan makan gratis ini dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 sehingga warga yang terdampak bisa terbantu.

“Pandemi tak hanya menghadirkan resah tentang ancaman kesehatan, tetapi juga ancaman kesejahteraan. Uluran tangan kita, sangat dinantikan oleh saudara-saudara kita yang terdampak ekonomi pandemi Covid-19,” ujarnya.

Program 20.000 Paket Bansos

Untuk membantu keluarga yang kesulitan ekonomi karena dampak Covid-19, Poltracking menyalurkan 20.000 paket bansos untuk warga yang paling membutuhkan.

Paket bantuan ini disalurkan sebanyak 10.000 untuk warga seputar Jabodetabek dan untuk wilayah di luar Jabodetabek sebanyak 10.000 paket.

Selain itu, paket bansos Poltracking peduli ini diberikan ke berbagai komunitas (panti asuhan, pesantren, warga difabel) dan berbagai profesi seperti pedagang kecil, sopir taksi, pengemudi ojek online, pedagang, petani, pekerja harian, marbut masjid hingga guru mengaji.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG TVRI Belajar dari Rumah untuk SD Kelas 1-3, Materi Belajar Menyimak

Baca: Gaji dan Asuransi Belum Dibayar, Kasus Perbudakan ABK Dilaporkan ke PBB

Baca: Nantikan Kehamilan 7 Tahun, Zainab Kehilangan Bayinya Setelah 4 Jam karena Ada Pembantaian Masal

“Dampak Covid-19 ini sangat jelas dirasakan langsung oleh masyarakat. Apalagi pasca diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), semakin banyak warga yang ekonominya kesulitan. Kehadiran kita di tengah-tengah mereka adalah sumbu aura optimisme, untuk tetap kuat bertahan di tengah pandemi,” ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved