Breaking News:

Virus Corona

Politikus Gerindra Minta Pemerintah Benahi Data Penerima Bansos, Percayakan pada Kades

Dalam perbaikan data, pemerintah pusat harus mempercayakan pendataan masyarakat penerima bantuan kepada para kepala desa

Tribunnews/Herudin
Aktivitas pekerja mengemas paket bantuan sosial di gudang Food Station, Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (19/5/2020). Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya (Food Station) mengemas 35.000 paket bantuan sosial sehari untuk disalurkan ke warga yang bekerja sama dengan PT Pos dan ojek daring. Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus Gerindra, Novita Wijayanti meminta pemerintah segera membenahi data penerima bantuan sosial atau bansos untuk masyarakat terdampak virus corona atau Covid-19.

Diketahui, terdapat perbedaan data penerima bansos antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah.

Baca: Menag Minta Umat Islam Beradaptasi Lakukan Kegiatan Idul Fitri di Rumah

"Harus segera di-update data terbaru bagi para penerima bansos Covid-19, agar penyalurannya pun tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan," kata Novita kepada wartawan, Jakarta, Kamis (21/5/2020).

Novita menyarankan, dalam perbaikan data, pemerintah pusat harus mempercayakan pendataan masyarakat penerima bantuan kepada para Kepala Desa (Kades) yang berkoordinasi dengan RT/RW.

Jangan kemudian, sambung dia, data yang diberikan dari tingkat desa kepada pusat, justru berbeda ketika implementasi dilapangan.

"Jangan sudah minta (data) tapi yang keluar nama-nama penerima dari atas beda dengan yang didata Kades. Kasian Kades jadi benturan sama masyarakat," ujar Anggota Komisi V DPR itu.

Novita menyoroti pengawasan dalam penyaluran bansos sembako di masyarakat.

Karena ada beberapa tempat selain data yang tidak tepat, barang bantuan pun banyak yang tidak sesuai ketentuan.

Oleh sebab itu, Ia pun menilai perlu ada perubahan skema dari bantuan sembako ke uang tunai, dalam meminimalisir terjadinya hal tersebut.

Halaman
12
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved