Tahun Ajaran Baru

Tahun Ajaran Baru Dimulai Juli 2020, Kapan Sekolah Kembali Dibuka?

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan tahun ajaran baru 2020/2021 akan dimulai 13 Juli 2020.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI aturan baru di sekolah, di tengah wabah virus corona ---- Siswa sekolah dasar negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). Proses belajar mengajar kembali berlangsung setelah sebelumnya sempat akan diliburkan selama 14 hari terkait lokasi observasi WNI dari Wuhan, China yang berada di Natuna. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan tahun ajaran baru 2020/2021 akan dimulai 13 Juli 2020.

Kepastian soal tahun ajaran baru ini sekaligus menjawab terakit permintaan pengunduran tahun ajaran baru 2020/2021 ke bulan Januari 2021.

"Kenapa Juli? Memang kalender pendidikan kita dimulai minggu ketiga bulan Juli dan berakhir Juni. Itu setiap tahun begitu," kata Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis (28/5/2020), dikutip dari Kompas.com.

Meski tahun ajaran baru dimulai bulan Juli nanti, namun hal ini bukan berarti siswa kembali belajar di sekolah.

Sebab saat ini pandemi virus corona juga masih berjalan dan pemerintah juga tengah mengatasi hal itu.

Terkait kembalinya siswa untuk belajar di sekolah ini, akan terus dikaji berdasar rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Baca: Soal Tahun Ajaran Baru, Muncul Petisi Tolak Aktivitas Belajar di Sekolah Juli 2020, Takut Covid-19

Baca: Kemendikbud Minta Sekolah yang Tidak Gelar PPDB Secara Daring Perhatikan Protokol Kesehatan

Alasan Dimulai Bulan Juli

Hamid menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa tahun ajaran baru tetap dimulai pada bulan Juli.

Diantaranya yakni terkait sinkronisasi dengan hal yang saat ini telah berjalan.

Menurut Hamid, memundurkan permulaan tahun ajaran baru akan mempengaruhi masa jenjang antar sekolah.

"Kita tidak memundurkan kalender pendidikan itu ke Januari. Kenapa tidak memundurkan, karena kalau dimundurkan ada beberapa konsekuensi yang harus kita sinkronkan," ujar Hamid seperti yang diberitakan Tribunnews.com  sebelumnya.

Saat ini kelulusan siswa SMA dan SMP sudah diumumkan, sedangkan untuk SD sebentar lagi.

Jika tahun ajaran baru digeser menjadi Januari, maka siswa yang sudah lulus tidak memiliki kejelasan.

Baca: Nadiem Makarim Siapkan Skenario Jadwal Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru, Namun Tetap Tunggu Aman

Baca: Soal Rencana Sekolah Dibuka Padahal Corona Belum Reda, Pengamat: Harus Ada Aturan agar Siswa Aman

 Pembukaan di Zona Hijau

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved