Breaking News:

Virus Corona

Anggota DPR Nilai Pesantren Perlu Perhatian Khusus dari Pemerintah di Masa New Normal

Menurut data resmi, kata Kadafi, di Indonesia lebih 28 ribu dengan jumlah santri 18 juta dan 1,5 juta pengajar di Indonesia

Istimewa/TribunJatim.com
ILUSTRASI - Pelaksanaan rapid test di Pondok Pesantren Al Fatah Temboro Magetan oleh tim tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Rabu (22/4/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI, Muhammad Kadafi, meminta pemerintah memberi perhatian khusus dalam menangani masa new normal di masa pandemi virus corona atau Covid-19 di lingkungan pesantren.

“Pesantren itu banyak di pedalaman, bahkan ada yang di pegunungan, mereka kesulitan dengan air bersih,” kata Kadafi di Jakarta (30/05/2020).

Baca: Ketua Gugus Tugas Covid-19: Waktu dan Sektor yang Dibuka Kembali Ditentukan Pemda

Menurut data resmi, kata Kadafi, di Indonesia lebih 28 ribu dengan jumlah santri 18 juta dan 1,5 juta pengajar di Indonesia.

Sebgian besar dari jumlah pesantren itu lokasinya di perkampungan yang serba sulit mengakses kebutuhan air bersih.

“Bahkan, di antara jumlah total santri itu setidaknya ada 5 juta santri yang mondok,” kata Kadafi yang adalah anggota Komisi X DPR RI ini.

"Artinya, sangat krusial bagi kesehatan dan keselamatan para santri dan tenaga pengajar, jika ini diabaikan,” Kadafi menambahkan.

Selain itu, kata Kadafi, para santri dan para pengajar ini juga sering saling berkunjung dan berguru di antara sesama pesantren dalam sebuah sistem saling berbagi ilmu.

Selain itu, mereka juga berada dalam tata kehidupan komunal.

Anggota DPR RI Dr Muhammad Kadafi
Anggota DPR RI Dr Muhammad Kadafi (Istimewa)

“Bisa kita bayangkan bagaimana nasib mereka jika tidak dipedulikan,” kata politisi PKB yang pernan nyantri di Pesantren Abulyatama, Aceh Besar.

Menurut Kadafi, kondisi sarana dan prasarana pesantren, sebagian besar belum memenuhi standar kesehatan, terlebih protokol Covid-19 untuk menjalankan konsep new normal.

Halaman
12
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved