Breaking News:

Virus Corona

Jokowi Pasang Target Baru: Uji Spesimen Virus Corona 20.000 per Hari

presiden Jokowi berharap, jumlah uji spesimen untuk mendeteksi virus corona atau Covid-19 ditingkatkan menjadi 20.000 sehari

Warta Kota/Alex Suban
Presiden Joko Widodo didampingi Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga meninjau proyek renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat, yang telah mencapai 90 persen pada Selasa (2/6/2020). Masjid Istiqlal dijadwalkan akan dibuka pada Bulan Juli 2020 setelah rampung direnovasi. Warta Kota/Alex Suban 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berterima kasih kepada jajaran kabinetnya yang berhasil melakukan uji spesimen 10.000 per hari sesuai dengan target awal.

presiden Jokowi berharap, jumlah uji spesimen untuk mendeteksi virus corona atau Covid-19 ditingkatkan menjadi 20.000 sehari. 

Baca: Tren Belanja Online Meningkat, Tokopedia Bukukan Kenaikan Transaksi

"Saya harapkan target berikutnya, ke depan adalah 20 ribu per hati. Ini harus mulai kita rancang menuju ke sana," ujar Presiden Jokowi dalam rapat terbatas, Kamis, (4/6/2020).

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona dan Kementerian kesehatan telah berhasil melakukan uji spesimen 10 ribu perhari yakni pada 27 Mei (14.313 spesimen) 28 Mei (11.495) spesimen.

Kemudian 29 Mei (10.639 spesimen) 30 Mei: (11.361 spesimen), 31 Mei (11.470 spesimen), dan 1 Juni (10.039 spesimen).

Jumlah uji spesimen sempat menurun ke angka 9 ribu pada Selasa (2/6/2020).

"Pemeriksaan spesimen dilakukan dengan dua metode. Metode pertama yakni real time polymerase chain reaction (PCR). Metode yang kedua merupakan tes cepat molekuler (TCM)," ujar Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto, Selasa lalu.

Selama ini target uji spesimen 10 ribu per hari terkendala terbatasnya perangkat uji Polimerase Chain reaction (PCR) serta laboratorium uji.

Baca: Alasan MUI Sebut Tak Tepat Salat Jumat Dua Gelombang Dilaksanakan di Indonesia

Pemerintah kemudian mendorong Kemenristek bekerjasama dengan perguruan tinggi, BUMN, dan swasta untuk memproduksi perangkat uji serta laboratorium sendiri.

Kemenristek melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kemudian berhasil membuat PCR Kit serta laboratorium BSL-2 sendiri. 

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved