Breaking News:

Virus Corona

Kemendikbud Diminta Libatkan Guru untuk Tentukan Sistem KBM Saat New Normal

Bamsoet, sapaan akrabnya, mengatakan pemerintah juga perlu melihat data kurva Covid-19 sebagai syarat penerapan New Nornal.

TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
PERSIAPAN SEKOLAH HADAPI NEW NORMAL - Kepala Sekolah SMP Islam PAPB Semarang Drs. H Ramelan sedang melakukan pengecekan kesiapan sekolah untuk mempersiapkan kegiatan belajar mengajar 2020/2021 yang rencananya akan dimulai pada bulan Juli 2020 dengan menerapkan protokol pelaksanaan pencegahan Covid-19, Rabu (03/06/20). Persiapan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan anjuran pemerintah dengan menerapkan aturan satu meja atau satu bangku hanya boleh diduduki satu peserta didik, sekolah wajib menyediakan hand sanitizer dan disinfektan tempat cuci tangan dan sabun disediakan di depan kelas, semua siswa dan guru yang ada di lingkungan sekolah wajib menggunakan masker, sekolah menyediakan termometer untuk mengecek suhu peserta didik dan setiap siswa sekolah diwajibkan mencuci tangan pakai sabun setelah melakukan kegiatan. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diminta libatkan guru dan tenaga pengajar untuk menentukan sistem Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) saat penerapan era New Normal.

"Mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus berdiskusi dengan perwakilan guru dan tenaga pengajar untuk dapat menentukan sistem Kegiatan Belajar Mengajar ke depannya," kata Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, yang ditulis Kamis (4/6/2020).

Bamsoet, sapaan akrabnya, mengatakan pemerintah juga perlu melihat data kurva Covid-19 sebagai syarat penerapan New Nornal.

Namun, untuk saat ini Bamsoet menyarankan agar kegiatan KBM tetap dilakukan secara daring atau online.

"Saat ini proses KBM seharusnya tetap dilakukan via online, namun dengan kesiapan pengajar yang harus lebih baik dan maksimal," ujarnya.

Untuk mendukung pembelajaran online, Bamsoet menilai Kemendikbud harus bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Untuk membuat sistem atau aplikasi khusus sekolah yang khusus digunakan bagi siswa/i dan guru, dan diterapkan secara gratis," pungkasnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved