Pilkada 2020

Pengamat: Ada Kecenderungan Pilkada Serentak 2020 Dipaksa Digelar Tahun Ini

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 dinilai pengamat akan tetap dipaksakan digelar pada tahun ini di 270 daerah.

Wartakota
Ilustrasi- Pilkada Serentak 2020 

"Mungkin nanti TPS harus berjarak, alat coblos juga mesti tidak cukup satu," ujarnya.

Belum lagi dibutuhkannya alat pelindung diri (APD) setidaknya bagi petugas di TPS.

"Butuh hand sanitizer, masker, itu biaya yang tidak ringan, logistik bertambah," ujarnya.

Selain mahalnya biaya, Agus juga menilai potensi penularan Covid-19 juga tinggi.

"Karena hampir seluruh tahapan Pilkada memerlukan kerumunan massa," ungkapnya.

Menurut Agus, yang paling menonjol adalah saat kampanye.

"Kita belum ada model kampanye virtual, KPU juga belum punya pengalaman mengatur seperti itu, publik juga belum terbiasa," ucapnya.

Sementara itu Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengungkapkan sebagaimana bunyi rancangan Peraturan KPU (PKPU) tentang tahapan, program dan jadwal pilkada, tahapan lanjutan akan dimulai dengan pembentukan petugas ad hoc.

KPU pun akan mengaktifkan kembali dan melantik PPK dan panitia PPS.

"Mengaktifkan kembali yang sudah dilantik dan melantik yang sudah terbentuk tapi belum dilantik karena penundaan," kata Raka Sandi, Senin (8/6/2020).

Pelantikan anggota PPK dan PPS disebut Raka Sandi akan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Adapun pelantikan akan dilakukan secara bergelombang dengan membatasi jumlah peserta yang dilantik oleh KPU kabupaten/kota di masing-masing kecamatan.

Bilamana situasi daerah setempat tidak memungkinkan dilaksanakan pelantikan secara langsung, KPU kabupaten/kota dapat menyelenggarakan pelantikan secara daring atau virtual.

Apabila pelantikan digelar langsung, setiap orang harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Antara lain dengan mengatur jarak antar satu orang dengan yang lain.

Seluruh peserta yang hadir harus dicek suhu tubuhnya dan diwajibkan mengenakan alat pelindung diri minimal masker.

(Tribunnews.com/Wahyu Gilang P) (Kompas.com/Fitria Chusna Farisa)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved