Breaking News:

Diadukan ke Polda Sumbar, Begini Respon Ade Armando

Sejak kemarin Ade Armando mengaku telah banyak menerima pesan via WhatsApp‎ terkait aduan tersebut

KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA
Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019). 

‎Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia (UI) Ade Armando sudah mengetahui dirinya diadukan ke Polda Sumatera Barat (Sumbar) oleh Badan Koordinasi Kerapatan Adat Nagari Sumatera Barat (Bakor KAN Sumatera Barat) dan Mahkamah Adat Alam Minangkabau, pada Selasa (9/6/2020).

Atas pengaduan masyarakat (dumas) ke Polda Sumbar itu, Ade Armando menanggapi santai.

Dia tidak mempermasalahkan aduan tersebut.

Sejak kemarin Ade Armando mengaku banyak menerima pesan via WhatsApp‎ atas aduan itu.

"Ya tidak papa, terserah saja," ucap Ade Armando saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (10/6/2020).

Ade Armando mempertanyakan apa kesalahan dirinya hingga diadukan ke pihak kepolisian.

Menurut Ade Armando, dirinya hanya mengkritisi adanya penolakan Injil berbahasa Minang.

Baca: SETARA Institute : Injil bahasa Minangkabau Tidak Langgar Hukum Indonesia

"Sebetulnya mereka yang melanggar karena kenapa mereka harus menolak? Ada injil berbahasa Minang di Sumbar, injil itu kan kitab suci. Isinya kebaikan yang dipercaya umat Kristen," ungkapnya.

"Dan Islam itu mengajarkan agar kita saling menghargai loh. Orang Islam itu harus menghormati Kristen. Jadi yang saya kritik adalah sikap mereka yang menolak adanya injil Berbahasa Minang, aplikasi itu. Jadi saya bukan menghina Sumbar tanpa sebab ya. Tapi kalau mereka itu menolak adanya injil berbahasa Minang saya pertanyaan kok jadi terbelakang ya," tuturnya lagi.

Halaman
123
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved