Breaking News:

Virus Corona

Kasus Positif Virus Corona Meningkat, Doni Monardo Beberkan Fakta Menggembirakan di Balik Itu

Kenaikan kasus positif Corona di Indonesia dalam beberapa hari terkahir tidak bisa disebut sebagai gelombang kedua pandemi (Covid-19).

Istimewa
Ketua Gugus Tugas Doni Monardo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, mengatakan meski kasus positif virus corona (Covid-19) terus mengalami peningkatan dalam satu harinya, namun, tingkat keterisian rumah sakit menurun.

Artinya, menurut dia, banyak yang positif terjangkit Covid-19, tapi dalam kondisi yang sehat.

"Kemudian menyangkut tentang naiknya kasus dalam beberapa hari terakhir sangat benar bahwa dua-tiga hari terakhir ini kasus meningkat lebih dari 1.000, bahkan kemarin mencapai rekor 1.241. Tetapi ada hal yang menggembirakan kita, yaitu occupancy rate (keterisian) di seluruh rumah sakit itu mengalami penurunan," kata Doni dalam rapat virtual, Kamis, (11/6/2020).

Baca: Update Corona Mataram NTB, Kamis 11 Juni 2020: 14 Kasus Baru, Total 353 Positif, 128 Dalam Perawatan

Baca: Peneliti China: Obat Kucing Efektif untuk Virus Corona, Menghentikan Replikasi Patogen Covid-19

Bahkan menurut Doni Monardo, di Jakarta sendiri ketersediaan tempat tidur di rumah sakit mencapai 40 persen.

'Itu data yang diperoleh hari kemarin. Hari ini sudah berkurang lagi. Artinya ada banyak yang mendapatkan status positif covid tetapi mereka tidak dirawat di rumah sakit. Artinya mereka secara fisik masih tetap sehat atau kondisinya ringan saja begitu," katanya.

Sementara itu Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa kenaikan kasus positif Corona di Indonesia dalam beberapa hari terkahir tidak bisa disebut sebagai gelombang kedua pandemi (Covid-19).

Hal itu disampaikan Wiku dalam Konferensi pers secara virtual di Sekretariat Presiden, Kamis, (11/6/2020).

Baca: Risma Klaim Jumlah Warga Reaktif Rapid Test Alami Penurunan, Berjanji Cegah Penyebaran Virus Corona

Baca: Viral Penjual Gorengan Cantik, Bantu Orangtua hingga Isi Waktu Luang setelah Di-PHK Akibat Corona

"Jumlah kasus kami yakini karena adanya peningkatan jumlah tes corona, karena lebih banyak laboratorium yang beroperasi. Lalu Pemerintah daerah, Gugus Tugas tim medis sudah melakukan pelacakan kontak secara agresif, misalnya contoh di Jakarta. Oleh karena itu kita tidak bisa mengaitkan lonjakan kasus dengan gelombang kedua penyebaran virus," katanya.

Untuk diketahui jumlah temuan kasus positif Covid-19 mengalami lonjakan dalam beberapa hari terakhir. Contohnya pada 9 Juni lalu terdapat 1043 kasus positif, sehari kemudian temuan kasus positif meningkat menjadi 1241. 

Adapun jumlah uji spesimen untuk mendeteksi Covid-19 saat ini mencapai 14 ribu per hari. Sebelumnya pemeriksaan spesimen tidak mencapai 10 ribu dalam satu hari.

Pemeriksaan jumlah spesimen tersebut akan terus ditingkatkan sehingga mencapai target yang diperintahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi ) yakni 20 ribu per hari. Belum lagi menurut Wiku jumlah laboratorium yang beroperasi kini mencapai 147.

Baca: Puluhan Pedagang di 6 Pasar Tradisional Jakarta Positif Corona, Ini Rinciannya

Baca: Cegah Covid-19: Diimbau Jaga Jarak Saat Hubungan Seks, Warga New York Dituntut Kreatif Soal Posisi

Oleh karena itu, menurutnya dalam membaca kondisi penanganan Covid-19 tidak bisa asal membaca grafik.  

"Kami khawatir jika hanya melihat grafik (peningkatkan kasus positif) untuk melihat gambaran utuh (penangan kasus) di Indonesia akan bias dan salah interpretasi, karena tidak banyak yang kita bisa pahami dari situ," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved