Breaking News:

Hari Bhayangkara 2020

Kisah Jenderal Hoegeng, Polisi Lurus yang Dicopot dari Kursi Kapolri Usai Ungkap Penyelundupan Mobil

Gus Dur pernah berkelakar. "Ada tiga polisi jujur di Indonesia, yaitu polisi tidur, patung polisi, dan Jenderal Hoegeng".

IST
Almarhum Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Suatu ketika almarhum Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pernah berkelakar. "Ada tiga polisi jujur di Indonesia, yaitu polisi tidur, patung polisi, dan Jenderal Hoegeng".

Kelakar itu kembali menarik memicu perhatian publik ketika n Ismail Ahmad, pria asal Kepulauan Sula, Maluku Utara, memposting humor Gus Dur ke media sosial dan membuatnya kemudian dipanggil polisi.  

Ismail Ahmad kemudian dikenakan wajib lapor.

Siapa sih sebenarnya sosok Jenderal Hoegeng Iman Santoso yang disebut-sebut Gus Dur dalam guyonannya itu?

Melansir pemberitaan Harian Kompas, 1 September 2006, dalam sebuah diskusi di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (31/8/2006), Gus Dur mengungkapkan, di Indonesia hanya ada tiga polisi yang baik.

Kala itu, Gus Dur melontarkan lelucon di sela menyinggung pemberantasan korupsi pada masa itu.

Tiga polisi itu, pertama, mantan Kepala Polri, almarhum Jenderal Hoegeng Iman Santoso. Kedua, patung polisi, dan ketiga adalah polisi tidur.

Mendengar lelucon itu, masih mengutip Kompas, para hadirin yang hadir serentak tertawa.

Siapa sebenarnya Jenderal Hoegeng yang disebut Gus Dur dalam humornya itu?

Berikut Fakta-Fakta Jenderal Hoegeng :

1.  Lahir di Pekalongan dan Anak Seorang Kepala Jaksa 

Halaman
1234
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved