Eksklusif Tribunnews
Didiek Hartantyo, Jadi Bos KA di Tengah Pandemi: Anjlok dari Rp 23 M Per Hari, Tinggal Rp 300 Juta
Sejak menjabat sebagai nakhoda BUMN PT KAI, Didiek langsung menyiapkan empat strategi khusus, satu di antaranya 'Protect our People'.
Penulis:
Dennis Destryawan
Editor:
Dewi Agustina
Itu upaya-upaya kami apabila cost tidak bisa kita tekan, cost itu kita geser ke belakang. Termasuk angsuran pokok, ini kita geser 1 tahun. Alhamdulillah sudah disetujui perbankan.
Upaya berikutnya meningkatkan pendapatan. Sumber-sumber revenue apa yang bisa kami gali. Di sini kami melakukan investasi, kreativitas terkait angkutan barang.
Kami mencari pasar baru, masuk ke sektor UKM dan agrarian. Kami bisa mengangkut telur, sayur-mayur, beras, dan kerajinan rakyat.
Tarif murah sekali, kami mengembangkan service namanya rail express. Kami menjemput dari stasiun ke stasiun. Jadi pelanggan tinggal bawa barangnya ke stasiun, kami angkat, nanti diambil di stasiun berikutnya. Tarifnya bersaing. (dennis)