Eksklusif Tribunnews
Didiek Hartantyo, Jadi Bos KA di Tengah Pandemi: Anjlok dari Rp 23 M Per Hari, Tinggal Rp 300 Juta
Sejak menjabat sebagai nakhoda BUMN PT KAI, Didiek langsung menyiapkan empat strategi khusus, satu di antaranya 'Protect our People'.
Penulis:
Dennis Destryawan
Editor:
Dewi Agustina
Namun secara pendapatan penurunan ini mencapai sekitar 90 persen. Jadi bisa dibayangkan bagaimana pengaruhnya.
Sedang angkutan barang memang ada penurunan, tetapi penurunannya tidak sesignifikan penumpang. Volume turun 20 persen. Secara pendapatan sekira 23 persen.
Lalu strategi apa yang dipakai managemen PT KAI?
Pertama kami mem-protect atau melindungi para pegawai kami. Protect our people. Kami menerapkan protokol Covid-19 yaitu mengenakan alat pelindung diri lengkap kepada seluruh pegawai kami.
Juga meminta mereka memakai masker, kemudian hand sanitizer ada di mana-mana, wastafel kami siapkan, sehingga kebiasaan hidup bersih kami bangun.
Demikian juga kepada para penumpang, ketika di stasiun harus menggunakan masker, kami ukur suhu tubuhnya, maksimal adalah 37,3 derajat, baru dibolehkan masuk. Kemudian pola physical distancing saat antrean kami berlakukan, jarak 1 meter.
Baca: Usulan Kerja Shift untuk ASN dan TNI/Polri, PT KAI Akan Survei Proporsi Jumlah Penumpang
Baca: Hari Ini PT KAI Kembali Operasikan 3 KA Jarak Jauh dari Stasiun Pasar Senen
Juga distancing di dalam kereta. Ada jarak 1 kursi antar penumpang. Ada tanda silang, artinya kapasitas kereta api ini hanya 50 persen.
Face Shield juga diberikan kepada penumpang dan boleh dibawa dalam perjalanan kereta api jarak jauh.
Setiap 3 jam para penumpang diukur suhu tubuhnya. Manakala ada yang 37,3 derajat lebih, dibawa ke kamar isolasi. Di stasiun berikutnya penumpang bersangkutan kami turunkan, dibawa ke kamar isolasi untuk ditangani oleh petugas kesehatan.
Bagaimana menjaga kesejahteraan pegawai PT KAI?
Untuk menjaga kesejahteraan pegawai kami, tidak ada kebijakan PHK (pemutusan hubungan kerja) di KAI. Tidak ada pengurangan gaji, bahkan THR kami bayarkan pada waktunya. Ini dalam rangka melindungi seluruh pegawai kami.

Kedua, kami menjaga likuiditas perusahaan. Kami telah menyiapkan skenario apabila pandemic Covid-19 selasai Juni, selesai pada Agustus, dan apabila selesai pada Desember 2020.
Kami sudah menyiapkan paying. Kami mempunyai pinjaman perbankan yang cukup untuk menjaga likuiditas.
Ketiga kami melakukan efisiensi terhadap biaya operasional, terhadap perawatan. Dari efisiensi ini kira-kira kami sudah melakukan efisiensi sekira 40 persen.
Dari total biaya 1 tahun kami turunkan 40 persen. Memang tidak se-flexibel yang lain, karena fix cost (biaya tetap) itu mencapai 70-80 persen.
Baca: PT KAI Daop 3 Cirebon Memperpanjang Pembatalan Perjalanan KA Reguler Hingga 30 Juni 2020
Baca: PT KAI Daop 3 Cirebon Batalkan 133 Perjalanan Kereta Api Terhitung Sejak 23 Maret 2020