Breaking News:

Virus Corona

Berpotensi Kembali Terinfeksi, Pasien Sembuh Covid-19 Tetap Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

"Kalau seorang pasien sudah sembuh, kemungkinan terinfeksi dan positif kembali masih mungkin," jelas Soroy dalam siaran pers BNPB, Kamis, (2/7/2020).

SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
DONOR PLASMA KONVALESEN - Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Surabaya memberikan layanan donor plasma konvalesen yang dilakukan secara sukarela oleh dua warga Kota Surabaya, Selasa (30/6). UDD PMI Kota Surabaya, secara resmi telah membuka layanan donor plasma konvalesen, yang memang secara spesifik dan khusus dilakukan oleh mereka yang sudah dinyatakan sembuh dari status positif Covid-19. Plasma konvalesen merupakan terapi yang diberikan kepada pasien Covid-19 kondisi berat. Terapi ini membutuhkan plasma darah dari pasien Covid-19 yang sudah sembuh. Beberapa syarat diantaranya harus sudah negatif Covid-19, memiliki kadar antibodi yang cukup, dan memenuhi persyaratan untuk donor darah. Misalnya, darah tidak mengandung malaria, HIV, maupun hepatitis. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Laporan Reporter Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Divisi Penyakit Tropik Infeksi Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto Kolonel CKM Soroy Lardo menjelaskan bahwa penelitian virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 masih berjalan sampai saat ini sehingga bagi pasien yang telah sembuh, masih ada potensi terinfeksi dan positif kembali. 

"Proses keilmuan (virus SARS-CoV-2) sampai saat ini masih kita teliti. Kalau seorang pasien sudah sembuh, kemungkinan terinfeksi dan positif kembali masih mungkin," jelas Soroy dalam siaran pers BNPB, Kamis, (2/7/2020).

Melihat peningkatan signifikan kasus positif COVID-19, Soroy mengingatkan kembali bahwa yang terpenting sebenarnya adalah mengembangkan pola hidup bersih dah sehat berkonsep high vigilance atau konsep kewaspadaan tinggi pada masyarakat yang harus terus ditanamkan. 

Perilaku baru seperti social distancing, physical distancing,  penggunaan masker, cuci tangan sesering mungkin adalah kondisi yang akan membentuk kultur baru masyarakat yang dapat mencegah penularan Covid-19.

Bagi pasien sembuh Covid-19 juga tetap harus mematuhi protokol kesehatan karena potensi terjangkit atau terinfeksi kembali masih sangat mungkin terjadi.

Baca: Pasien Covid-19 Asal Surabaya Akan Diterbangkan ke Batam dan Dirawat di RSKI Pulau Galang

"Walaupun sudah sembuh, harus tetap menjalankan protokol kesehatan," tegas Soroy.

Soroy juga menjelaskan kriteria pasien sembuh dan pola perawatan pasien Covid-19 yang dilakukan RSPAD Gatot Soebroto. Soroy mengungkapkan bahwa virus SARS-CoV-2 memiliki keunikan atau karakteristik dalam menginfeksi tubuh dan variasi penularannya. 

Baca: Remdesivir Diborong AS, Obat yang Dinilai Sembuhkan Pasien Covid-19 Ini Dipatok Rp 44 Juta

Pada perjalanan awal penanganan pasien Covid-19 RSPAD Gatot Subroto mendapatkan pasien dengan komplikasi berat dan saat ini telah beralih ke praktek harian, seperti penanganan pasien cenderung tidak berat tapi ada komorbit atau penyakit kronis rentan Covid-19, pasien yang mau melahirkan tapi terinfeksi Covid-19 , pasien cuci darah tapi terinfeksi Covid-19. Kemudian pihak rumah sakit merawat dan memantau perkembangan kondisi pasien secara berkala.

Baca: Robot Ini akan Bantu Penanganan Pasien Covid-19 di RS Royal Surabaya

Pasien yang melalui perjalanan penyembuhan dari kondisi berat kemudian kondisi baik dan rawat jalan didukung perubahan klinis ketika pasien mampu melakukan suatu adaptasi dengan hasil tes swab dua kali negatif baru dapat dikatakan pasien Covid-19 telah sembuh.

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved