Breaking News:

Pro Kontra RUU HIP

PA 212: Kami Minta Pengusul RUU HIP Diseret ke Ranah Hukum

RUU, dikatakan Maarif, tersebut diduga telah melanggar ketentuan dalam dasar negara Indonesia.

Tribunnews.com/Reza Deni
Perserta agenda Apel Siaga Ganyang Komunis membacakan ikrar antikomunisme. Adapun peserta apel terdiri dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) islam seperti Front Pembela Islam (FPI), PA 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif menyebut organisasi masyarakat (ormas) islam tegas meminta pengusul rancangan undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dapat diseret ke ranah hukum.

RUU, dikatakan Maarif, tersebut diduga telah melanggar ketentuan dalam dasar negara Indonesia. 

"Penegak hukum harus segera menyelidiki, kalau memang terbukti melanggar undang-undang, ya, harus dipidanakan," ujar Maarif, dalam acara Apel Siaga Ganyang Komunis, di Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2020).

Baca: FPI: Jika RUU HIP Tak Dibatalkan, Massa Akan Kembali dalam Jumlah Lebih Besar

Adapun ormas atau partai yang terbukti sebagai insiator RUU HIP harus juga harus dibubarkan.

"Mereka telah berupaya untuk mengubah Pancasila," kata Maarif.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) KH Sobri Lubis menilai pihak yang ingin merubah Pancasila menjadi trisila atau ekasila sebagi upaya makar.

"Jangan sampai nanti rakyat akan mengambil langkah sendiri, karena tidak percaya penegak hukum. Siap bantai komunis, tegakan hukum," kata Sobri.

Baca: RUU HIP Harus Dikembalikan ke Tujuan Awal untuk Memperkuat BPIP

Laporkan Hasto dan Rieke

Sebelumnya Tim Advokasi Anti Komunis (Taktis) melaporkan Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan (PDIP) Rieke Diah Pitaloka dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ke Polda Metro Jaya.

Halaman
12
Penulis: Reza Deni
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved