Pilkada Serentak 2020

Usai Pecat Ismunandar, NasDem Masih Cari Calon Baru di Pilkada Kutai Timur

Ali pun menyebut NasDem telah melakukan survei internal terkait kadernya untuk dimajukan dalam Pilkada di Kutai Timur.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Foto kolase tersangka Bupati Kutai Timur Ismunandar (kiri) bersama istrinya yang juga Ketua DPRD Kutai Timur Encek Unguria (kanan) mengenakan rompi oranye setelah resmi ditahan KPK, Jakarta, Jumat (3/7/2020). KPK menahan pasangan Bupati Kutai Timur bersama istrinya dan juga Kadis PU Kutai Timur Aswandini, Kepala Bapenda Kutai Timur Musyaffa, Kepala BPKAD Kutai Timur Suriansyah, Kontraktor Aditya Maharani, dan Decky Aryanto terkait dugaan kasus korupsi dalam bentuk penerimaan hadiah atau janji terkait pekerjaan infrastruktur di lingkungan Kabupaten Kutai Timur tahun 2019-2020. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai NasDem sampai saat ini masih melakukan pencarian pengganti bakal calon kepala daerah untuk Pilkada 2020 di Kutai Timur

Hal ini dilakukan setelah Bupati Kutai Timur Ismunandar dipecat dari Partai NasDem, setelah ditetapkan tersangka dalam kasus suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"Butuh waktu, butuh proses penggantinya. Tapi DPP NasDem pasti akan mengusung calon di Kutai Timur," ujar Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali saat dihubungi, Jakarta, Selasa (7/7/2020). 

Menurut Ali, mencari orang untuk dimajukan sebagai kepala daerah diperlukan kehati-hatian dan tidak boleh terulang kembali pelanggaran hukum seperti yang dilakikan Ismunandar. 

Baca: Mengapa Bupati Ismunandar Bawa Buku Tabungan Bersaldo Rp 4,8 M dan Sertifikat Deposito Rp 1,2 M?

"Kasih waktu satu dua hari ke depan, kemudian didiskusikan di DPP," ucap Ali. 

Ali pun menyebut NasDem telah melakukan survei internal terkait kadernya untuk dimajukan dalam Pilkada di Kutai Timur

Namun, jika hasil survei tidak memuaskan, Ali menyebut NasDem tidak mempersoalkan akan memajukan kader dari partai lain. 

"Kalau ada kader NasDem yang disukai masyarakat dan layak, pasti mengendepankan kader. Tapo kalau kader NasDem belum ada yang siap, kami dukung siapapun anak bangsa terbaik untuk pembangunan daerah," papar Ali. 

"Kami usahakan secepat mungkin cari pengganti (Ismunandar)," sambung Ali. 

Diketahui, Ismunandar bersama istrinya Encek UR Figasih yang menjabat Ketua DPRD Kutai Timur terkena operasi tangkap tangan oleh KPK karena diduga menerima suap. 

KPK menduga, Ismunandar-Encek serta tiga pejabat dinas di Kutai Timur menerima suap dengan mengatur jatah proyek di wilayah yang mereka pimpin.
 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved