Breaking News:

Virus Corona

Politikus PPP Berharap Sistem Pembelajaran Jarak Jauh Hanya saat Pandemi

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan tahun ajaran baru 2020/2021 akan dimulai pada Senin (13/7/2020)

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Guru memantau tatap muka Kepala Sekolah, Wali Kelas dengan wali murid melalui video confrence dalam pembagian rapor online, Kamis (25/6). Video confrence disela pembagian rapor online itu sebagai evaluasi pembelajaran daring antara pihak sekolah dengan orang tua siswa atau wali murid. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan tahun ajaran baru 2020/2021 akan dimulai pada Senin (13/7/2020).

Terkait hal itu, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Anas Thahir menceritakan anaknya menjadi salah satu siswa yang mengalami sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi.

"Iya (anak saya ikut PJJ sejak pandemi, - red). Sekarang kelas 2 SMP," ujar Anas, ketika dihubungi Tribunnews.com, Minggu (12/7/2020).

Baca: Pembelajaran Jarak Jauh Permanen, Politikus Golkar Minta PJJ Dikombinasikan dengan Tatap Muka

Baca: Mendikbud: 104 Kabupaten di Zona Hijau Bisa Mulai Pembelajaran Tatap Muka

Dia mengungkap belum ada kebijakan yang dikeluarkan tempat anaknya bersekolah, seperti harus membeli buku baru, membeli seragam baru, dan sebagainya.

"Kalau di sini (tempat sekolah anak saya) kebijakannya belum keluar," kata dia.

Meski setuju sistem PJJ diterapkan selama pandemi, Anas mengatakan ada kekurangan pula dalam sistem tersebut. Salah satunya kendala kuota internet yang dihadapi beberapa siswa.

"Tidak semua mata pelajaran bisa efektif dengan pola pembelajaran jarak jauh. Belum lagi kendala kuota internet bagi siswa tertentu," jelasnya.

"Juga karena terlalu lama (dengan sistem PJJ) anak+anak-anak jadi boring. Pasti ada suasana kebersamaan dan keakraban dengan teman-temannya yang hilang," imbuh Anas.

Oleh karenanya, Anas berharap sistem PJJ tak akan diterapkan kembali ketika pandemi Covid-19 sudah berakhir. Menurutnya sistem itu cukup dilakukan selama masa pandemi.

"Harapan kedepan mudah-mudahan wabah Covid-19 segera berlalu. Dan kita semua bisa kembali pada situasi yang benar-benar normal. Kembali pada sistem bembelajaran langsung dan fisikal tentu jauh lebih baik. Karenanya belajar jarak jauh cukup dilakukan semasa pandemi saja, nggak perlu dipermanenkan," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved