Breaking News:

Evaluasi Program Organisasi Penggerak Sangat Ketat

Direktur Pendidikan Dompet Dhuafa Pendidikan, mengakui proses seleksi program ini dilakukan secara ketat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Editor: Adi Suhendi
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Ilustrasi. 

Beberapa persiapan dan koordinasi internal harus dilakukan tanpa tatap muka.

Kendati dalam kondisi terbatas, proses evaluasi berjalan sangat ketat. Bahkan, kunjungan dan wawancara langsung tetap dilakukan dengan menjalankan protokol Kesehatan COVID-19.

Menurut Ayu, situasi ini menjadi pembelajaran karena kondisi kebiasaan baru tidak menghalangi masyarakat bergerak dan bekerja bagi pendidikan Indonesia.

“Jika dipikir anak-anak di Indonesia tetap tumbuh dari hari ke hari, tidak peduli ada pandemi atau tidak. Salut untuk tim yang tetap semangat menjalankan proses evaluasi ini,” tegasnya.

Ayu menilai, keberagaman organisasi penggerak menjadi bukti gotong-royong memajukan pendidikan nasional.

“Dari awal ini bukan tentang Organisasi Penggerak tetapi tentang anak-anak Indonesia, kami berharap pendidikan anak Indonesia bisa selalu jadi tujuan akhirnya. Akan ada banyak pembelajaran di sepanjang proses dan kami yakin, selain anak-anak, guru dan kepala sekolah, siapapun yang terlibat akan ikut bertumbuh ketika menjalankan program ini,” ungkap Ayu.

Jejen Musfah, Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) juga menyambut baik bergulirnya POP.

Menurut dia, peningkatan mutu guru merupakan tugas bersama pemerintah dan masyarakat.

“PGRI sudah dan akan berusaha melakukan pelatihan-pelatihan guru sesuai perkembangan IPTEK dan perubahan masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan, pelatihan merupakan media belajar dan peningkatan kompetensi guru. Guru yang kompeten akan melahirkan siswa yang kompeten.

Jadi, guru merupakan kunci pembentukan generasi bangsa berkualitas dan kreatif.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved