Breaking News:

Keributan di Pesawat

PAN Harap Pimpinan KPK Tak Perpanjang Persoalan Cekcok dengan Putra Amien Rais

"Apakah tidak lebih baik jika waktu dan usaha unsur pimpinan KPK difokuskan mengejar kasus yang riil?" kata Drajad.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Politisi senior PAN Drajad Wibowo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Drajat Wibowo berharap Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango tidak memperpanjang persoalan cekcok dengan Mumtaz Rais di dalam pesawat Garuda Indonesia.

Menurut Drajat, tugas di KPK pada saat ini sudah banyak dan berat sekali di tengah kewenangannya yang melemah, sehingga perlu waktu maupun usaha lebih besar dalam menuntaskan kasus korupsi.

"Apakah bijak kalau waktu dan usahanya terbuang untuk insiden ini? Apakah tidak lebih baik jika waktu dan usaha unsur pimpinan KPK difokuskan mengejar kasus yang riil? Misalnya, siapa penganiaya Novel Baswedan yang sebenarnya? Siapa dalang kasus Djoko Tjandra yang sebenarnya? Atau menyelidiki potensi korupsi dalam industri nikel nasional," ujar Drajat, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Baca: WP KPK Dukung Upaya Nawawi Pomolango Laporkan Mumtaz Rais Terkait Cekcok di Pesawat Garuda

"Banyak sekali kasus korupsi yang perlu dikejar. Sayang jika waktu dan usaha pimpinan KPK, dan juga uang negara, dipakai untuk insiden ini. Saya sebut uang negara karena aparat yang menyidik nanti kan dibayar negara, pimpinan KPK juga dibayar negara," sambung Drajat.

Namun, jika Nawawi tetap membawa insiden tersebut ke proses hukum, kata Drajat, tentunya Mumtaz dan jajaran pengurus PAN akan menghadapinya.

"Ini memang insiden pribadi, tapi Muntaz waktu itu pulang dari menjalankan tugas kedinasan PAN. Ada Pangeran K Shaleh, pimpinan Komisi Hukum DPR dari Fraksi PAN, yang ikut juga di dalam pesawat," papar Drajat.

Baca: Kronologi Cekcok Putra Amien Rais dan Pimpinan KPK di Pesawat Garuda, Menurut Polisi

Drajat berharap persoalan Mumtaz dan Nawawi dapat diselesaikan secara kekeluargaan, agar masing-masing dapat bekerja kembali sesuai tugas, pokok, dan fungsinya.

"Jadi lebih baik insiden ini tidak usah dilanjutkan, apalagi hingga ke proses hukum. Cukup sebagai pelajaran bagi semua pihak, termasuk tentunya bagi Mumtaz. Pelajaran bagi Muntaz adalah, menjadi seorang elit politik memang membuat gerak-gerik kita menjadi sorotan, kita perlu selalu berhati-hati dalam tutur kata dan tindakan," ujar Drajat.

Diketahui, insiden itu akibat dari perdebatan yang terjadi antara politikus PAN yang juga merupakan anak Amien Rais, Mumtaz Rais dengan Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango.

Insiden itu terjadi saat keduanya menaiki maskapai Garuda dengan nomor penerbangan GA 643 Rute Gorontalo - Makassar - Jakarta, pada Rabu (13/8/2020) kemarin.

Peristiwa ini bermula ketika Mumtaz sedang asyik menelepon saat pesawat dalam kondisi mengisi bahan bakar atau refueling sewaktu transit di Makassar.

Lantas, dia ditegur petugas kabin dua kali namun tak dindahkan. Mumtaz malah marah dan membentak petugas saat diperingatkan untuk ketiga kalinya.

Nawawi yang duduk di sebelah lantas mengingatkan Mumtaz agar mematuhi peraturan dan tak memarahi petugas.

Namun peringatan itu dibalas Mumtaz dengan berbalik memarahi Nawawi dan menantangnya.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved