Breaking News:

Hadapi Krisis, Politikus PDIP Tawarkan Konsep Tri Sakti Bung Karno

Charles menggarisbawahi bahwa eksistensi kepribadian bangsa Indonesia tengah diuji dengan kehadirab ideologi yang datang dari luar.

TRIBUN/HO
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Charles Honoris (kiri) bersama Wakil Ketua BKSAP DPR RI Achmad Hafisz Tohir (kanan) menjadi pembicara Kuliah Umum bertema 'Diplomasi Parlemen dan Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI', di Universitas Tarumanagara, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Kegiatan 'BKSAP Day' guna mensosialisasikan keunggulan dan urgensi diplomasi parlemen dalam kerangka menjaga kepentingan bangsa dan negara dengan tujuan menyoroti tantangan regional dan global yang sudah semakin kompleks. TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PDIP Charles Honoris mendukung pernyataan Presiden Joko Widido (Jokowi) yang ingin memanfaatkan krisis akibat pandemi ini sebagai momentum untuk memperbaiki seluruh aspek kehidupan di Tanah Air, baik aspek politik, aspek ekonomi dan budaya.

Salah satu jalan untuk keluar dari krisis yang Charles tawarkab adalah dengan merealisasikan konsep Tri Sakti Bung Karno, yakni bagaimana Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat secara politik, mandiri di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

Charles mengatakan, abad ke-21 yang ditandsi dengan kemajuan teknologi digital di mana sekat-sekat batas negara sudah semakin tidak terasa, membuat realisasi terhadap konsep Tri Sakti Bung Karno menjadi tidak mudah.

"Apa lagi belakangan di dunia kita melihat kemungkinan konflik antara AS dan Tiongkok dan menguatnya politik identitas di dunia. Ini membuat kita tidak mudah menjaga kedaulatan di bidang politik. Tentunya ke depan Indonesia harus tetap menerapkan politik bebas aktif dan menjaga netralitas," kata Charles, Minggu (16/8/2020).

Baca: 361.000 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Saat Libur Panjang HUT Kemerdekaan Ke-75 RI

Sementara itu, dalam hal menjaga kedaultan ekonomi Charles mengakui bahwa ada dampak positif dari globalisasi dan berditinya organisasi perdagsngan dunia (WTO). Namun di sisi lain, juga harus diakui bahwa Indonesia masih tergantung pada impor produk tertentu dari negara lain.

Di HUT RI ke-75 ini, Charles mendorong semua pihak untuk memiliki semangat kemandirian di bidang ekonomi. Perdagangan yang dilangsungkan dengan begara lain harus perdagangan yang saling menguntugkan. 

"Kita harus mandiri dengan meningkatkan daya saing produk dalam negeri dan menigkatkan produktifitas berbagai sektor di dalam negeri. Untuk produk yang bisa diproduksi harus dioptimalkan tanpa harus impor," kata Charles.

Sementara dari sisi budaya, Charles menggarisbawahi bahwa eksistensi kepribadian bangsa Indonesia tengah diuji dengan kehadirab ideologi yang datang dari luar, baik dari barat maupun non barat.

"Budaya lokal semakin kita tinggalkan. Budaya asing jauh mendepatkan tempat dibandingkan melestarikan budaya dalam negeri. Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mengaplikasikan  konsep Tri Sakti Bung Karno," kata Charles.

Penulis: Malvyandie Haryadi
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved