Breaking News:

Ini Pesan Muhammadiyah di Tahun Baru Hijriah 1442H

Dalam memperingati tahun baru Hijriah ada tiga spirit yang perlu ditransformasikan dalam kehidupan pribadi, sosial, dan budaya

Repro/Kompas TV
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti saat diwawancarai Kompas TV di Jakarta, Rabu (29/3/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan, momen tahun baru Hijriah 1442H.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menyebut, Hijrah mengandung tiga pengertian.

Pertama, secara bahasa berarti berpindah dari satu tempat berdomisili ke tempat domisili yang lain.

Kedua, hijrah secara historis berarti berpindahnya Nabi Muhammad dan para sahabat.

Ketiga, hijrah secara spiritual yaitu berhijrah atau meninggalkan semua perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.

"Dalam memperingati tahun baru Hijriah ada tiga spirit yang perlu ditransformasikan dalam kehidupan pribadi, sosial, dan budaya," kata Mu'ti dalam keterangannya, Kamis (20/8/2020).

Baca: Jokowi: Sambut Tahun Baru Islam dengan Menegaskan Kembali Tekad Untuk Berhijrah

Pertama, secara pribadi hendaknya melakukan hijrah spiritual untuk menjadi manusia yang lebih baik, berubah dari kebiasaan dan tabiat lama yang tidak baik menuju kebiasaan dan amalan yang utama, dari maksiat menuju tobat, taat, dan taqwa.

"Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik," tutur dia.

Kedua, secara sosial memperkuat persaudaraan dan persatuan yang sejati dalam masyarakat yang pluralistis sebagaimana persahabatan muhajirin dan anshar. Rasulullah mempersaudarakan pendatang (muhajirin) dengan penduduk aseli (anshar).

Ketiga, secara politik hijrah memberikan pelajaran tentang masyarakat hukum. Semua warga Madinah terikat dengan Piagam Madinah sebagai undang-undang yang berlaku bagi semua warga Madinah.

Muhammad sebagai kepala negara Madinah membangun masyarakat yang mematuhi hukum dan menegakkan hukum secara adil.

"Makna spiritual, sosial, dan politik hijrah itulah yang sekarang ini sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Di tengah pandemi Covid-19, semangat persatuan dan persahabatan yang diwujudkan dalam sikap saling menghormati, tolong menolong, dan gotong royong," ungkap Mu'ti.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved