Sabtu, 25 April 2026

Virus Corona

Setelah Pandemi Covid-19, 4 Skill Ini Dinilai Sangat Dibutuhkan di Dunia Kerja

Kangsure Suroto menyebut setelah pandemi Covid-19 berakhir, ada empat keahlian yang menjadi sangat dibutuhkan di dunia kerja.

Freepik
Ilustrasi skill 

TRIBUNNEWS.COM - Setelah pandemi Covid-19 berakhir, ada empat keahlian yang dinilai menjadi sangat dibutuhkan di dunia kerja.

Hal ini diungkapkan oleh pegiat pendidikan dari LSM Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) Solo, Kangsure Suroto.

Kangsure menyebut ada sejumlah keterampilan yang akan dibutuhkan dalam dunia pekerjaan.

"Hal ini tak terlepas dari dampak pandemi yang merubah mulai dari pola kerja, pola hidup, hingga pola layanan, semua berubah," ungkap Kangsure dalam program Overview Tribunnews.com, Kamis (20/8/2020).

Kangsure Suroto
Pegiat pendidikan, Kangsure Suroto, dalam program Overview Tribunnews.com, Kamis (20/8/2020).

Perubahan pola tersebut sudah mulai terlihat dalam masa pandemi ini.

"Paling kentara sekarang ini orang bekerja tidak lagi harus dari kantor, kerja, kuliah, sekolah bisa dari rumah," ujarnya.

Berikut empat kemampuan yang akan dibutuhkan setelah pandemi menurut Kangsure.

Baca: Pimpinan MPR Soroti Problematika Pendidikan di Tengah Pandemi

1. Keterampilan Tech Savvy

Ilustrasi
Ilustrasi (GADGETS NOW)

Tech savvy ialah kemampuan untuk menggunakan berbagai macam produk teknologi terkini.

Contohnya :

- Tools video conference seperti Skype Meet Now, Discord, Google Hangout dan sebagainya

- Tools untuk mengelola pekerjaan seperti Trello dan Evernote 

- Tools mempermudah kerja tim seperti Slack dan Lark.

"Termasuk melek terhadap kecanggihan Artificial Intelligence, Big Data, Internet of Things, dan Virtual Reality," papar Kangsure.

Baca: Menteri Nadiem Akui Belajar Jarak Jauh Tidak Optima, Tanpa Tatap Muka Turunkan Kualitas 

2. Literasi Data

Ilustrasi
Ilustrasi (IST)

Kemampuan literasi data juga disebut sebagai kebutuhan di tengah bergantungnya kehidupan dengan teknologi.

Literasi data ialah keterampilan dalam ilmu data (data scientist) serta analisis data (data analyst).

Adapun diketahui ilmu data merupakan suatu disiplin ilmu yang khusus mempelajari data, khususnya data kuantitatif.

Sedangkan analisis data merupakan proses pengolahan data dengan tujuan menemukan informasi yang berguna.

Dapat menginformasikan kesimpulan dan mendukung pengambilan keputusan.

Baca: Menko PMK: Pembelajaran Jarak Jauh Saat Pandemi Covid-19 Dibandingkan Plusnya Banyak Minusnya

3. Kemampuan Media Sosial dan Digital

Ilustrasi.
Ilustrasi. (websharx)

Kangsure juga mengungkapkan kemampuan bersosial media dan digital akan sangat dibutuhkan.

"Yakni keahlian dalam bidang Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), kampanye email marketing dan semua bidang pemasaran digital," ungkapnya. 

Kangsure menyebut banyak perusahaan yang mengalihkan kegiatan kampanye dalam bentuk digital.

"Baik itu melalui platform Instagram, Facebook, Twitter bahkan email marketing," ungkapnya. 

Baca: Desak Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan, Legislator PKS : Taruhannya Sangat Mahal

Baca: ICW Sebut Pemerintah Bayar Influencer Rp 90,45 M, Total Rp 1,29 T untuk Aktivitas Digital

4. Keterampilan Coding

Ilustrasi coding
Ilustrasi coding (freepik)

Kemampuan coding juga disebut sebagai keahlian yang akan dicari oleh banyak perusahaan.

"Layanan bisnis banyak beralih menggunakan teknologi lewat situs dan aplikasi," ungkap Kangsure.

Keberadaan orang yang ahli dalam bidang pemrograman sangat dibutuhkan. 

"Seperti perusahaan Gojek, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka dan lain-lain," ujarnya. 

Baca: Sinergi Kemendikbud dan Kemkominfo Dalam PJJ, Gus Jazil: Agar Tak Terdengar Keluhan Susah Sinyal 

(Tribunnews.com/Gilang Putranto)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved