Breaking News:

Kasus Djoko Tjandra

MAKI Sebut Pengusutan Istilah Bapakmu dan Bapakku dalam Kasus Pinangki Sulit Diungkap Kejagung

pengusutan istilah Bapakmu dan Bapakku dalam kasus Jaksa Pinangki Sirna Malasari akan sulit diungkap oleh Kejaksaan Agung RI.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman sebelum wawancara khusus dengan Tribun Network di Jakarta, Jumat (28/8/2020). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyampaikan pengusutan istilah Bapakmu dan Bapakku dalam kasus Jaksa Pinangki Sirna Malasari akan sulit diungkap oleh Kejaksaan Agung RI.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman menyatakan kesulitan itu karena berkas perkara kasus Jaksa Pinangki telah rampung alias P21 dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

"Disini sudah akan sulit karena sudah P21, padahal Bapakku Bapakmu itu keluar dari mulutnya PSM dan ADK," kata Boyamin di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Dia menyayangkan sikap penyidik Kejaksaan Agung RI yang terkesan buru-buru melengkapi berkas perkara Jaksa Pinangki ke pengadilan.

Padahal, banyak saksi-saksi dan pihak yang belum diperiksa dalam kasus ini.

"Jangan apa-apa yang penting ini selesai dan dibawa ke pengadilan. Justru ini nampak bahasa saya ini ada upaya yang mau dilindungi. Kalau mau dilindungi kan ada menutupi peran orang lain," jelasnya.

Baca: BREAKING NEWS:Terungkap Jaksa Pinangki dan Anita Kolopaking Gunakan Istilah Bapakmu dan Bapakku

Atas dasar itu, pihaknya telah mengusulkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ikut mengusut kasus itu lebih mendalam. Hal itu agar kasus itu terbuka secara lebih terang.

"Jadi dari konsep itu diamblih alih supaya proses ini terang benderang, supaya semua yang diduga terlibat paling tidak dimintai keterangan lah minimal sebagai saksi. Disini belum apa-apa, oh gak ada, gak perlu, wong disebut gimana. Disebut saksi gimana? setidaknya dimintai keterangan," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Ardiansyah mengaku tidak mengetahui istilah Bapakmu dan Bapakku dalam kasus Jaksa Pinangki. Hal itu ditandai dengan alat bukti yang diungkap selama penyidikan.

"Sementara ini belum ada yang kita lihat dari alat bukti itu. Yang jelas kita lihat ini alat bukti kepentingan dari sangkaan pasal," kata Febrie di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin (14/9/2020) malam.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved