Breaking News:

Marwan: RUU BUMN Harus Jadi Momentum Emas untuk Kepentingan Negara

Pembentukan anak cucu perusahaan BUMN harus diatur melalui regulasi yang ketat dan melalui persetujuan pemerintah dan DPR.

ist
Marwan Jafar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi VI DPR dan Badan Legislasi (Baleg) DPR mulai pembahasan Revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN (RUU BUMN) dalam rapat secara fisik dan virtual, di Gedung DPR, Jakata, Kamis (17/9).

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VI DPR Marwan Jafar mengatakan, RUU BUMN itu harus menjadi momentum perbaikan perusahaan BUMN demi kepentingan bangsa dan negara.

“Revisi UU BUMN harus jadi golden momentum. Menata ulang BUMN dengan perhatikan kepentingan negara. Proteksi aset negara harus betul-betul serius dilakukan, proteksi terhadap aset negara harus kita perkuat dari sisi regulasi atau UU itu,” kata Marwan, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Baca: Marwan Jafar: Menteri BUMN Reponsif dan Pertamina Harus Visioner

Marwan mengatakan, proteksi terhadap BUMN oleh negara harus diperkuat dalam RUU tersebut. Sehingga, penjualan aset BUMN kepada asing tidak lagi terjadi.

"Proteksi terhadap BUMN oleh negara ini harus diperkuat kembali, tidak mudah asal menjual BUMN ke asing, itu harus diperkuat sedemikian rupa oleh pemerintah dan atas persetujuan DPR," kata mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu.

Lalu, lanjut Marwan, tata ulang dan peraturan BUMN terkait membuat anak cucu perusahaan itu harus benar-benar diperketat.

Menurutnya, pembentukan anak cucu perusahaan BUMN harus diatur melalui regulasi yang ketat dan melalui persetujuan pemerintah dan DPR.

"Karena banyak anak cucu perushaan tidak sesuai dengan induknya. Banyak anak cucu perusahaan BUMN itu hanya kepentingan kelompok-kelompok tertentu, jadi perusahaan BUMN itu harus dirapihkan betul. Pembentukannya harus diatur dengan UU, PP, dan harus ada persetujuan juga oleh DPR," kata Marwan.

Marwan juga menyoroti sejumlah pegawai negari atau pejabat setingkat eleselon 1 yang merangkap jabatan menjadi komisaris perusahaan plat merah tersebut.

Menurutnya, pengangkatan komisaris BUMN ke depan harus benar-benar melalui seleksi yang ketat.

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved