Breaking News:

Kemenag: Setiap Tahun Ada 400 Ribu Perceraian dari 2 Juta Pernikahan

Perceraian akan meningkatkan angka kemiskinan baru, akan melahirkan persoalan-persoalan sosial baru.

IST
ilustrasi cerai 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengungkapkan tingginya angka perceraian di Indonesia telah masuk tahap memprihatinkan.

Kamaruddin mengatakan dalam setahun perceraian di Indonesia mencapai 400 ribu.

"Angka perceraian di Indonesia ternyata cukup memprihatinkan. Dari 2 juta lebih, peristiwa nikah di Indonesia, ternyata yang bercerai itu sekitar 400 ribuan setiap tahun," kata Kamaruddin di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (21/9/2020).

Menurut Kamaruddin, satu dari lima orang mengalami perceraian dalam setahun. Kamaruddin menilai tingginya angka perceraian merupakan problem sosial yang besar.

Kamaruddin menilai terdapat sejumlah dampak yang ditimbulkan akibat dari perceraian ini. Sementara pihak yang paling terdampak, menurut Kamaruddin adalah perempuan dan anak-anak.

Baca: Hidayat Tidak Mau Ada Pemotongan Terhadap Bantuan Operasional Lembaga Pendidikan Islam

Baca: Stephanie Poetri Tak Pernah Bercita-cita Jadi Penyanyi

"Perceraian akan meningkatkan angka kemiskinan baru, akan melahirkan persoalan-persoalan sosial baru. Akan membuat sejumlah masalah sosial," ucap Kamaruddin.

Dirinya menyebut Kemenag memiliki peran yang besar untuk meminimalisir angka perceraian di Indonesia.

Mantan Dirjen Pendidikan Islam ini mengatakan pihaknya akan mengambil langkah produktif untuk menekan jumlah perceraian. Kantor Urusan Agama (KUA), menurut Kamaruddin memiliki peran besar untuk mengatasi masalah ini.

"Untuk memitigasi perceraian di Indonesia dan siapa yang paling diharapkan bisa berkontribusi diantaranta adalah KUA-KUA kita," tutur Kamaruddin.

Saat ini, Kamaruddin mengungkapan ada hampir 6.000 KUA di Indonesia dengan jumlah penghulu yang mencapai 8.000 orang. Para petugas KUA bakal dioptimalkan untuk membantu masyarakat.

 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved