Breaking News:

Rizal Ramli: 82 Persen Peserta Pemilu Cari Bandar Untuk Biayai Pemilihan

Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan politik uang begitu kuat dan mendominasi dalam proses pencalonan presiden.

Tribunnews/Herudin
Ekonom Rizal Ramli (kiri) ditemani Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mendatangi Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengajukan gugatan terkait ambang batas pencalonan presiden, di Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2020). Rizal Ramli mengajukan gugatan terkait ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) yang tertuang di dalam Undang-Undang Pemilihan Umum (UU Pemilu) 7/2017 yang mensyaratkan 20 persen kursi menjadi 0 persen. Tribunnews/Herudin 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan politik uang begitu kuat dan mendominasi dalam proses pencalonan presiden.

Hal itu terjadi karena adanya aturan ambang batas syarat pencalonan presiden atau Presidential Threshold.

Bakal calon diminta membayar sejumlah uang ke partai politik untuk dapat melenggang sebagai kandidat yang diusung.

Baca: Uji Aturan Presidential Threshold ke-14 Kalinya, MK Harap Permohonan Rizal Ramli Ada Perbedaan

Jika calon tersebut tak memiliki dana, mereka akan mencari bandar atau investor politik untuk pembiayaannya.

Praktik jenis ini kata dia sudah mendominasi nyaris 82 persen dalam setiap ajang pemilihan, baik itu pemilihan presiden maupun di level kepala daerah.

"Kasus ini bukan unik, hampir terjadi 82 persen di semua pemilihan," kata Rizal dalam sidang Mahkamah Konstitusi agenda pemeriksaan pendahuluan yang digelar virtual, Senin (21/9/2020).

Baca: Rizal Ramli: Tonggak Basis Demokrasi Kriminal Adalah Presidential Threshold 20 Persen

"Menurut KPK maupun pak Mahfud itu terjadi pola begini, calon nggak punya uang, dia cari bandar, dan bandarnya yang membiayai," ungkapnya.

Sebagai gantinya, ketika yang bersangkutan menang, pihak pemodal akan diberikan imbalan berkali lipat.

Bahkan bisa lebih besar dari dana modal yang diberikan.

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved