Breaking News:

Usman Hamid: Indikasi Kebangkitan PKI Bukan Munculnya Oligarki

Usman Hamid mengkritik pernyataan presidium KAMI soal oligarki sebagai indikasi kebangkitan ideologi komunis.

KOMPAS.com/Devina Halim
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid mengkritik pernyataan presidium Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) soal oligarki sebagai indikasi kebangkitan ideologi komunis.

Usman menegaskan, padangan tersebut keliru.

Menurutnya oligarki sejatinya musuh kaum komunis.

"Kalau kita sekarang mau bicara mana kebangkitan PKI, seperti yang disampaikan Presidium KAMI, dalam sebuah televisi mereka mengatakan tanda-tanda kebangkitan PKI adalah adanya oligarki. Ini keliru, fatal karena kajian ilmiah dari Benedict Anderson dan kawan kawan, jelas bahwa musuh PKI itu oligarki," kata Usman Hamid.

Baca: Usman Hamid Sebut Dua Pejabat Baru di Kementerian Pertahanan Pernah Terimplikasi Kasus Tim Mawar

Hal tersebut diungkapkan usman Hamid dalam Webinar bersama Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo tentang 'Penggalian Fosil Komunisme untuk Kepentingan Politik?' yang digelar Political and Public Policy Studies (P3S), Selasa (29/9/2020) dalam aplikasi Zoom.

Hadir juga narasumber lainnya yakni Direktur Eksekutif P3S Jerry Massie, Direktur Eksekutif LKIP Eduard Lemanto, Peneliti Senior CSIS J Kristiadi, dan moderator Frederik Bios.

Baca: Usman Hamid: Aparat Negara Harus Taat Hukum

"Oligarki dimaksud adalah orang-orang yang menguasai kekayaan alam luar biasa, kekayaan materil luar biasa dan jumlah mereka sedikit dan hari ini merugikan kepentingan rakyat Indonesia yang banyak, termasuk masyarakat adat," jelas Usman.

Usman juga mengkritik langkah mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo melontarkan isu kebangkitan komunis dan PKI gaya baru.

Bahkan belakangan Gatot mengklaim dicopot Presiden Jokowi akibat Film G30S/PKI.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved