Breaking News:

Penanganan Covid

Protokol Paling Banyak Dilanggar, Satgas Rancang Aturan Jaga Jarak Minimal 2 Meter

Dibandingkan dengan memakai masker dan mencuci tangan, menjaga jarak masih banyak yang dilanggar oleh masyarakat.

KOMPAS.COM
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry Harmadi mengatakan bahwa dari tiga protokol kesehatan utama yang ditetapkan pemerintah, menjaga jarak merupakan hal yang sangat sulit dilakukan.

Dibandingkan dengan memakai masker dan mencuci tangan, menjaga jarak masih banyak yang dilanggar oleh masyarakat. 

Pasalnya menurut Sonny masih banyak yang beranggapan bahwa penularan virus tidak mungkin dilakukan oleh orang dekat.

Baca: Satgas Covid-19 Rancang Aturan Jaga Jarak Bukan Lagi 1 Meter tapi 2 Meter

"Yang paling sulit adalah menjaga jarak.  Karena berasumsi oh dia teman dekat, aman tidak ada masalah," kata dia dalam acara Kick Off Sosialisasi Strategi Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 bersama BKKBN, Jumat, (2/10/2020).

Padahal menurut Harry kebanyakan penularan justru terjadi melalui orang dekat. Oleh karena itu di manapun dan kapan pun menjaga jarak penting dilakukan.

"Totalitas protokol kesehatan itu penting," kata dia.

Baca: Satgas Covid-19: Pakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan Cegah Penularan Covid 85 Persen

Agar menjaga jarak semakin efektif dan berdampak pada penurunan resiko penularan Covid-19,  Satgas menurut Sonny sedang merancang aturan baru.

Satgas membuat pedoman jaga jarak minimal tidak lagi satu meter melainkan 2 meter.

"Sekarang sedang kita buat pedoman, pedomannya itu tidak 1 meter, tapi 2 meter. walaupun lebih sulit dilaksanakan tapi setidaknya orang lebih jauh karena kadang-kadang 1 meter itu kayak 10 cm," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved