Pemuda Lintas Profesi dan Agama Lahirkan Gerakan Kebangsaan Indonesia
Melalui pemanfaatan gerakan kebangsaan, dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan menguatkan rasa Nasionalisme kebangsaan dan cinta Tanah Air
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Daya tangkal bangsa dalam menghadapi kompleksitas ancaman guna mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh harus dibangun.
Untuk itu dibutuhkan penanaman kesadaran bela negara sebagai bentuk revolusi mental sedini mungkin, tumbuhkan rasa kecintaan terhadap tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada ideologi Pancasila.
Juga rela berkorban bagi bangsa dan negara serta memiliki kemampuan dasar bela negara harus sedini mungkin dapat menjadi spirit dan manifestasi bangkitnya kembali kesadaran masyarakat semesta untuk melakukan gerakan kebangsaan Indonesia.
Berbagai fakta ini mendorong 7 orang membentuk Gerakan Kebangsaan Indonesia.
"Gerbang Indonesia ini dirumuskan tujuh orang penggerak yang berbasis kepemudaan, profesional, politik, kewirausahaan, lingkungan, teknologi, keuangan dan perbankan," jelas Wakil Ketua Umum Gerakan Kebangsaan Indonesia/Ketua Panitia, Denny Agiel Prasetyo di Hotel Borobudur akhir pekan lalu.
Baca juga: Ikatan Motor Indonesia yang Memasukan Paham Kebangsaan Empat Pilar MPR RI Diapresiasi Bamsoet
Baca juga: Menstimulasi Budaya Literasi Saat Pandemi Lewat Dongeng Daring
Dikatakannya, saat ini penanaman nilai-nilai kebangsaan melalui gerakan kebangsaan di Indonesia dewasa ini menjadi penting dan telah menjadi isu hangat dikalangan masyarakat dari berbagai kalangan dan dari berbagai latar belakang.
Apalagi saat ini nilai-nilai kebangsaan yang terjadi di generasi muda belakangan ini memunculkan kekhawatiran terpecahnya bangsa Indonesia.
Marsudiyanto, salah tokoh muda menyebut konsep kebangsaan yang perlu ditanam yakni keberagaman dan perbedaan dalam satu kesatuan atau Bhinneka Tunggal Ika.
Pasalnya, hal tersebut mencerminkan karakter bangsa yang diwujudkan dengan tujuan mempersatukan seluruh kemajemukan yang ada dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Melalui pemanfaatan gerakan kebangsaan, kita dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan menguatkan rasa Nasionalisme atau rasa kebangsaan dan cinta Tanah Air," kata Marsudiyanto di Hotel Borobudur, Jakarta belum lama ini.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman wawasan kebangsaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan juga meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap optimalisasi pengembangan nilai-nilai kebangsaan.
Dgelarnya forum inisiasi gerakan kebangsaan Indonesia ini, dapat menjadi penguatan demokrasi Pancasila sehingga sejalan dengan itu pula diharapkan daat mendorong meningkatnya kesadaran hukum masyarakat yang adil agar arah perkembangan demokrasi tidak menuju anarki dan kleptokrasi.
"Sebab demokrasi tidak bisa menjadi tujuan pada dirinya sendiri, demokrasi adalah alat agar pembangunan demokrasi simultan dengan pembagunan ekonomi, sosial dan spiritual," kata Edwin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gerakan-kebangsaan-indonesia1.jpg)