Breaking News:

BGK: Tata Pengelolaan ESG di BUMN Meningkat

Founder BGK, Ahmad Deni Daruri, mengatakan, peninjauan BGK mengacu kepada pedoman 33 Faktor Materialitas ESG Bumi Global Karbon.

istimewa
Deni Daruri 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil peninjauan Bumi Global Karbon (BGK) terkait pengungkapan Environmental, Social, Governance (ESG) pada laporan keberlanjutan BUMN, rata-rata mengalami kenaikan.

Founder BGK, Ahmad Deni Daruri, mengatakan, peninjauan BGK mengacu kepada pedoman 33 Faktor Materialitas ESG Bumi Global Karbon.

Terjadi kenaikan atas pengungkapan ESG dari laporan keberlanjutan di BUMN.

Baca juga: PM Yoshihide Suga: Jepang Tetapkan Netral Karbon pada 2050

Detilnya, kenaikan untuk BUMN non perbankan sebesar 5,7% dan BUMN perbankan sebesar 1%.

"Dalam peninjauan pengungkapan ESG ini kami menganalisa laporan keberlanjutan untuk tahun finansial yang berakhir di 31 Desember 2018 dan 31 Desember 2019.

Laporan-laporan ini diterbitkan melalui 17 sampel dari total 115 BUMN yang diambil berdasarkan publikasi laporan keberlanjutan di website official masing-masing BUMN dengan periode penerbitan laporan keberlanjutan 2019 yaitu Januari sampai Oktober 2020," papar Deni di Jakarta, Senin (30/11/2020).

Untuk setiap BUMN, kata dia, peninjauan pengungkapan ESG berfokus pada apakah BUMN sudah menerbitkan Laporan Keberlanjutan, kapan Laporan Keberlanjutan diterbitkan; apakah Laporan Keberlanjutan melalui proses assurance oleh pihak ketiga independen (AA1000 atau ISAE3000); pengungkapan dari BUMN berdasarkan penilaian 33 faktor materialitas ESG; bagaimana BUMN mempersiapkan laporan keberlanjutan dan seberapa rinci informasi yang sudah diungkapkan dalam laporan.

"Dalam menilai kelima poin di atas, kami menggunakan penilaian secara kuantitatif. Terkait ketepatan waktu, terjadi peningkatan ketepatan waktu pelaporan laporan keberlanjutan dari 2018 ke 2019 melihat kenaikan persentase BUMN yang menerbitkan dalam waktu kurang dari 5 bulan dari tutup tahun fiskal," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima hari ini.

Baca juga: Pemerintah Dukung Pembangunan Rendah Karbon Melalui Joint Credit Mechanism

Menurut Deni, hal ini juga didukung dari tidak adanya BUMN yang menerbitkan laporan keberlanjutan 2019 lebih dari 7 bulan dari tutup tahun fiskal.

Pengungkapan ESG untuk BUMN Perbankan periode 2018 terendah pada environmental (11%), tertinggi pada governance (38%).

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved