Breaking News:

Ini Alasan Mentan Syahrul Gantikan Luhut jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim (sementara) menggantikan Menko Marves Luhut.

Humas Kementan
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat memberikan arahan langsung pada kegiatan Lokakarya Perhiptani, Selasa (24/11/2020). Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim (sementara) menggantikan Menko Marves Luhut. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Sekretaris Negara, Pratikno menunjuk Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim (sementara).

Syahrul menggantikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan.

Adaun penunjukkan tersebut tertuang dalam dalam Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-918/M.Sesneg/D-3/AN.00.03/12/2020.

Baca juga: Menteri Luhut dan Erick Thohir Tiba di Tokyo Jepang

Baca juga: Menteri KKP Ad Interim, Luhut Pandjaitan Minta Kebijakan Ekspor Benih Lobster Dievaluasi

Surat bertanggal 2 Desember 2020 itu ditandatangani Pratikno.

"Dengan hormat kami beritahukan Bapak Presiden berkenan menunjuk Menteri Pertanian untuk menggantikan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim," tulis Pratikno dalam surat tersebut.

Dalam surat itu, tertulis penunjukkan Syahrul sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim berkaitan dengan surat Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi nomor B-3863/MARVES/MARITIM/RT.01.00/XI/2020 tertanggal 22 November 2020.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat memberikan arahan langsung pada kegiatan Lokakarya Perhiptani, Selasa (24/11/2020).
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat memberikan arahan langsung pada kegiatan Lokakarya Perhiptani, Selasa (24/11/2020). (Humas Kementan)

Surat tersebut berisi permohonan izin kepada Presiden, Menko Luhut Pandjaitan akan melakukan perjalanan dinas luar negeri selama 2-10 Desember 2020.

Sehingga Presiden diminta menunjuk Syahrul sebagai pengganti sementara.

"Pada intinya memohon izin kepada Bapak Presiden untuk melakukan perjalanan dinas ke luar negeri pada tanggal 2-10 Desember 2020," tulis Praktino.

Baca juga: Pengamat Perkirakan Kursi KKP Tak Lagi Milik Gerindra, Prediksinya 3 Partai Ini Berpeluang

Baca juga: Pengamat Prediksi Jokowi Lebih Pilih Sandiaga Uno Ketimbang Fadli Zon untuk Jadi Menteri KKP

Penunjukkan Syahrul ini pun dibenarkan oleh Juru Bicara Menko Marves, Jodi Mahardi.

Halaman
123
Penulis: Inza Maliana
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved