Breaking News:

Reshuffle Kabinet

Relawan Minta Jokowi Jangan Abaikan Perjuangan Relawan

Tampak ada kesan sejumlah pihak berusaha menjauhkan Jokowi dengan relawan yang turut berjuang ketika Pilpres 2014 dan 2019.

Tangkap layar YouTube Kompas TV
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik wakil menteri baru Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12/2020) pukul 09.30 WIB. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Reshuffle Kabinet Indonesia Maju menuai sorotan dari masyarakat luas.

Termasuk  juga dari relawan yang mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak Pilpres 2014.

Salah satu pendiri Bara JP, Yayong Waryono yang bahkan merupakan relawan Jokowi sejak pilkada DKI 2012 menekankan, reshuffle memang sepenuhnya hak prerogatif Presiden.

Namun, alangkah baiknya jika Presiden menyerap aspirasi dari berbagai pihak, termasuk relawan serta mempertimbangkan dengan matang menteri dan wakil menteri yang dipilih.

“Kami merasa ada pengabaian terhadap peran relawan yang seolah hanya sebagai pemadam kebakaran dan corong penyampai pesan ke masyarakat. Resuffle jilid I ini menjadi tertawaan masyarakat yang berpikir bahwa ini adalah komedi politik, bahkan sampai muncul meme yang sangat viral di sosial media, coblos Jokowi-Maruf Amin bonus Prabowo-Sandi,” kata Yayong di Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Baca juga: Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat : Jokowi Lebih Akomodir Elite Partai Dibanding Harapan Publik

Baca juga: Sandiaga Uno Jadi Menteri Jokowi, Politikus Nasdem: Percuma Saya Berdarah-darah di Pilpres 2019

Yayong menegaskan, seandainya diajak bicara atau diminta masukan, tentu relawan akan memberikan masukan terbaik untuk negara juga untuk Presiden Jokowi.

Yayong mengungkap, tampak ada kesan sejumlah pihak berusaha menjauhkan Jokowi dengan relawan yang turut berjuang ketika Pilpres 2014 dan 2019.

Menurut Yayong, Presiden Jokowi butuh orang orang yang bukan hanya memiliki kualitas dan kapabilitas, tapi juga integritas dan loyalitas tinggi dan itu hanya dimiliki oleh relawan yang memiliki kecintaan terhadap Presiden Jokowi.

Ada banyak relawan relawan yang memiliki kualitas dan sangat mumpuni dalam bidangnya, tidak kalah jika dibandingkan kalangan teknokrat.

Namun Informasi-informasi ini yang disebut Yayong, kemungkinan tidak sampai ke telinga Presiden.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved