Breaking News:

Perlindungan Kesehatan Masyarakat

Kena Serangan Jantung, Joko Selamat Ditolong JKN-KIS

Joko menjalani rawat inap selama enam hari. Ia mengaku cukup puas dengan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pihak rumah sakit.

zoom-inlihat foto Kena Serangan Jantung, Joko Selamat Ditolong JKN-KIS
Jamkesnews.com
Narasumber, Joko Widodo

Boyolali, Jamkesnews – Sesak napas nyatanya tidak hanya dapat dialami oleh penderita asma saja. Namun sesak napas juga dapat menjadi pertanda ada sesuatu yang bermasalah pada organ tubuh seseorang. Joko Widodo (36) pada awalnya hanya mengalami sesak napas saja sebelum ia mengetahui bahwa sesak napas yang ia alami diakibatkan oleh serangan jantung.

“Tiba-tiba saya mengalami sesak napas yang sangat parah ditambah nyeri di bagian dada. Anggota keluarga saya segera membawa saya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Dokter mengatakan bahwa saya terkena serangan jantung. Ada penyumbatan pembuluh darah pada dinding jantung sebelah kiri atas. Hal tersebut menurut dokter yang menyebabkan saya sesak napas,” kata Joko, Rabu (23/12).

Ia mengatakan sama sekali tidak menyangka akan mengalami serangan jantung pada usia yang tergolong cukup muda. Joko menjalani rawat inap selama enam hari. Ia mengaku cukup puas dengan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pihak rumah sakit.

“Pelayanan di rumah sakit cukup bagus dan memuaskan. Dokter dan perawat memberikan pelayanan yang sama antara pasien umum dengan pasien JKN-KIS. Bahkan pihak rumah sakit menyarankan agar kepesertaan JKN-KIS harus selalu aktif agar bisa dipergunakan sewaktu-waktu apabila sakit serta untuk kontrol rutin pasca rawat inap,” lanjut Joko.

Ia mengatakan bahwa dengan Program JKN-KIS ini ia dapat mengakses pelayanan kesehatan dengan mudah dan murah. Jika sebelum ada Program JKN-KIS, masyarakat akan berpikir panjang untuk berobat ke rumah sakit, apalagi untuk penyakit jantung karena biaya pengobatan yang mahal dan bagi sebagian orang sangat memberatkan. Namun kini, masyarakat dari lapisan golongan mana pun dapat dengan mudah memanfaatkan layanan Program JKN-KIS bahkan untuk penyakit yang berbiaya mahal.

“Iuran yang kita bayarkan setiap bulan tidak sebanding dengan manfaat Program JKN-KIS yang kita terima. Prinsip gotong royong Program JKN-KIS telah membantu masyarakat manapun untuk mendapatkan hak pelayanan Kesehatan yang sama. Saya harap program ini akan terus berjalan karena sangat besar manfaatnya,” tutur Joko. (ma/is)

Editor: Husein Sanusi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved