Breaking News:

Apresiasi PANDI, CFI Minta Pemerintah Dukung Digitalisasi Budaya Bangsa

Ketika digitalisasi akasara jawa bisa diwujudkan, akan banyak dampak positif terhadap Indonesia

Ist
Digitalisasi aksara Jawa 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanudin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kandasnya permohonan 'digitalisasi' Aksara Jawa yang diajukan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) ke lembaga internet dunia, mendapat sorotan tajam dari sejumlah pemerhati budaya.

Mereka menyayangkan lantaran pemerintah kurang hadir untuk mendorong hal tersebut.

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), pihak yang notabene mengajukan permohonan Internationalize Domain Name (IDN) kepada lembaga internet dunia, Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), berjuang sendirian menggolkan digitalisasi aksara jawa.

Pernyataan tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Culture and Folks for Indonesia (CFI), Muhammad Yusuf di Jakarta, Minggu (3/1/2021).

"Harusnya pemerintah bisa melakukan intervensi kebijakan dan mengawal secara intensif apa yang sedang diupayakan PANDI," ujar Yusuf.

Baca juga: Aksara Lontara Go Digital, PANDI Teken Kerjasama dengan Yayasan Aksara Lontara

Yusuf memaparkan, ikhtiar yang dilakukan PANDI harusnya mendapat support yang masif dari pemerintah.

Pasalnya, ketika digitalisasi akasara jawa bisa diwujudkan, akan banyak dampak positif terhadap Indonesia.

"Terutama menyangkut aspek pelestarian aksaranya itu sendiri. Era teknologi yang begitu cepat seperti sekarang harusnya dijadikan momentum. Momentum bagaimana men-digitalisasi budaya bangsa," beber Yusuf.

Saat ini, PANDI berhasil menginvetarisir sekitar 20-an aksara yang tersebar di nusantara.

Halaman
12
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved