Breaking News:

Penanganan Covid

Anggota DPR Minta BPOM Profesional dan Objektif Uji Kelayakan Vaksin Covid-19

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta BPOM bekerja profesional dan obkektif menilai kelayakan vaksin Covid-19.

Tribun Ambon/biro media_setpres
VAKSIN COVID-19 - Petugas cargo Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, mengangkut vaksin Sinovac, Corona, Selasa (8/12/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak tiga hari lalu pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI menyalurkan vaksin Covid-19 ke berbagai daerah. 

Meski sudah didistribusikan ke setiap daerah vaksin tersebut tidak bisa langsung disuntikan kepada masyarakat sebelum ada izin dari BPOM

Menanggapi hal tersebut anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta BPOM bekerja profesional dan obkektif menilai kelayakan vaksin tersebut.

Baca juga: BPOM Pastikan Bahan Vaksin Covid-19 Tak Mengandng Borax dan Formalin

Diharapkan BPOM tidak terpengaruh pada tekanan pihak tertentu dalam memproses pemberian izin edar dan Emergency Use Authorization (EUA). 

BPOM harus berani menetapkan hasil pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku. 

"Di tengah kondisi pandemi nasional sekarang ini, Pemerintah mesti tetap dingin dan rasional dalam bertindak terkait vaksinisasi Covid-19 kepada masyarakat," kata Mulyanto kepada wartawan, Selasa (5/1/2021).

Baca juga: Jubir BPOM: EUA Tak Gantikan Izin Edar Vaksin, Tapi Sudah Layak Digunakan

Meski keadaan darurat karena pandemi ini makin meningkat, harus berpegang pada prinsip perlindungan masyarakat, yakni tidak menyuntik masyarakat menggunakan vaksin yang belum jelas khasiat, keamanan dan kehalalannya.

"Yang disuntikan ke masyarakat hanyalah vaksin yang sudah lulus uji klinis tahap III serta mendapat izin edar dari BPOM," ujar Mulyanto

Politikus senior PKS itu minta BPOM transparan dalam melakukan uji kelayakan vaksin sebelum mengeluarkan izin. 

BPOM harus berpatokan pada kaidah ilmiah dalam menetapkan status kelayakan vaksin, bukan berdasarkan tekanan pihak yang berkepentingan. 

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved