Jumat, 29 Agustus 2025

Berita Viral

Video Viral Bayi Berkepala Lonjong, Dokter: Bisa Kembali Normal, Tak Perlu Ditekan dan Dioles Ramuan

Dokter spesialis kandungan, dr. Huthia Andriyana, SpOG memberikan penjelasan terkait video viral kepala bayi jadi lonjong karena alat vakum.

https://www.instagram.com/makassar_iinfo/
Video Viral Bayi Berkepala Lonjong, Dokter: Bisa Kembali Normal, Tak Perlu Ditekan dan Dioles Ramuan 

TRIBUNNEWS.COM - Dokter spesialis kandungan, dr. Huthia Andriyana, SpOG memberikan penjelasan terkait video viral kepala bayi jadi lonjong karena alat vakum.

Ia mengatakan, kepala bayi lonjong bisa terjadi saat proses persalinan tidak hanya dengan alat vakum.

"Dengan persalinan normal tanpa bantuan alat bisa terjadi benjolan di kepala bayi, biasanya karena proses persalinan yang lama atau ibu sulit mengedan," katanya kepada Tribunnews, Jumat (8/1/2021).

Huthia kemudian menguraikan fungsi dari alat vakum dalam proses persalinan.

Terdapat sejumlah alasan kenapa alat tersebut digunakan.

Misal ibu tidak kuat mengedan, persalinan sudah berlangsung cukup lama namun bayi tidak kunjung lahir, kontraksi rahim kurang, maupun kondisi detak jantung janin menurun (gawat janin).

"Sehingga kelahiran bayi harus dipercepat," urai perempuan yang juga menjabat Co-founder Klinik Bunda Sehat ini.

Baca juga: Viral Video Seorang Remaja Dibully, Korban Ditendang dan Dipukul Bergantian, Kini 7 Pelaku Ditangkap

Baca juga: VIRAL Video Klinik Dokter Anak di Yogya Mirip Kastil, Pengunggah: Ada Gazebo dan Menara Rapunzel

Baca juga: Viral Video TikTok Wanita Disebut Mirip Gisel, Ungkap Senang dan Sempat Emosi Dapat Komentar Negatif

Apa Bahayanya Ibu Hamil Memaksakan Diri untuk Berpuasa? Ini Penjelasan Dokter Huthia Andriyana
dr. Huthia Andriyana, SpOG (Tangkap layar channel YouTube Tribunnews)

Huthia melanjutkan penjelasannya.

Dampak penggunakan alat vakum satu contohnya akan ada benjolan di kepala bayi karena proses penarikan.

Selain itu, robekan jalan lahir juga bisa terjadi saat memakai alat vakum dalam proses persalinan.

Dampak robekan dapat diatasi dengan jahitan seperti persalinan pada umumnya.

Sedangkan untuk benjolan akan kembali normal.

Huthia menyarankan untuk langkah penangan cukup dilakukan observasi dengan melakukan kontrol ke dokter anak secara berkala.

"Biasanya dalam 2 minggu, pelan-pelan sudah mulai normal. Tidak perlu menekan-nekan, membebat kepala bayi atau mengoleskan cairan serta ramuan tertentu."

"Proses ini biasanya akan membaik secara perlahan, jadi selama bayi kondisinya masih baik, tidak ada kejang, cukup di observasi saja," tutupnya.

Viral Sebelumnya

Video yang memperlihatkan kepala bayi menjadi lonjong karena alat vakum viral di media sosial.

Diketahui video itu dibagikan oleh akun @makassar_iinfo sehari lalu dengan menyertakan keterangan:

Bentuk Kepala Bayi Lonjong Ke Atas.

Bentuk kepala bayi yang lonjong ke atas disebabakan karna proses kelahiran dimana pada saat proses melahirkan si kecil susah keluar sehingga biasanya dokter akan melakukan vakum atau forcep yang membuat kepala bayi bunda menjadi lonjong. Dan bentuk kepala bayi yang lonjong akan beresiko bahaya untuk tumbuh kembang bayi jika dibarengi dengan kondisi kepala yang peyang.

Baca juga: Viral Video Kepala Desa Diduga Bentar Warga, Gara-gara Surat Dokumen Tanah yang Tak Kunjung Rampung

Baca juga: Viral Aksi Bullying Sekelompok Remaja, Korban Dijambak hingga Diejek, Korbannya Ternyata 2 Orang

Baca juga: Viral di Medsos Vaksin Covid-19 Bisa Perpanjang Alat Kelamin Pria, Kata Dokter Itu Hoax

Hingga Jumat (8/1/2021), video ini sudah ditonton lebih dari 440 ribu kali dan mengundang warganet lain untuk berkomentar.

Ada yang mengaku memiliki pengalaman yang sama.

"Anak aku dlu kepalanya jga gitu. Tapi alhamdulillah kepalanya kembali normar kok. Sering sering aja kepalanya di tekan pelan pelan penuh perasaan. Bukan kek neken paku tindis ya," tulis akun @firda_amelia.

Komentar senada juga disampaikan oleh warganet bernama @akmalmukmin.

"Bayi baru lahir secara normal rata memiliki bentuk kepala lonjong saat baru lahir di karenakan beberapa faktor dan faktor alami , kepalanya nnti akan berlangsung kebali seperti semula saat tulang kepalanya sudah mulai mengeras bentuk sprti itu klo di kedokteran namanya caput succedaneum," tulisnya.

(Tribunnews.com/Endra Kurniawan)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan