Breaking News:

Soal Tingkat Partisipasi Pilkada 2020, LSI: Lebih Tinggi di Pemilih Berpendidikan SLTP Ke Bawah

Angka ini mirip dengan perkiraan KPU terkait tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada yang digelar 9 Desember 2020 lalu, di kisaran 76 persen

Dok. Istimewa
Ilustrasi Pilkada serentak 2020. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM,  JAKARTA - Partisipasi masyarakat dalam Pilkada serentak 2020 lalu tercatat cukup tinggi, yakni 76,1 persen.

Ini tergambar dalam  dalam hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI)  tentang Pilkada dan Politik Uang pada Masa Wabah Covid-19,  pada Minggu (10/1/2021).

“Partisipasinya ternyata cukup tinggi kalau dibandingkan kekhawatiran sejak awal (karena Pilkada digelar di masa pandemi-red).

Ada 76,1 persen responden yang mengaku datang ke TPS,” ujar Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan, saat merilis hasil survei secara virtual, seperti disiarkan langsung dalam Channel Youtube Kembaga Survei Indonesia, Minggu (10/1/2021).

Angka ini mirip dengan perkiraan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada yang digelar 9 Desember 2020 lalu, yakni di kisaran 76 persen.

Survei mencatat tingkat partisipasi tertinggi tercatat pada laki-laki (84,2 persen), dibanding perempuan (68,9 persen).

Baca juga: Selain Sriwijaya Air SJ 182, Ini Beberapa Kecelakaan Pesawat di Indonesia Terjadi di Bulan Januari

Selain itu pemilih pemula tercatat paling rendah tingkat partisipasinya dalam Pilkada 2020, yakni hanya 39,7 persen.

“Tingkat partisipasi lebih tinggi di kalangan laki-laki, pemilih di usia produktif dan lansia, pendidikan SLTP ke bawah dan ekooi menengah ke bawah,” jelasnya.

Survei LSI menggunakan metodologi kotak telepon ke 2000 responden yang dipilih acak dari database nomor telepon LSI. Sampel sebanyak 2000 responden yang dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020.

Survei dilakukan pada 11-14 Desember 2020.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampai 2000 responden memiliki toleransi kesalahan sekitar 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved