Breaking News:

Penanganan Covid

UI Kembangkan 4 Platform Vaksin, DNA Jadi yang Tercepat

Ada beberapa faktor pertimbangan yang menjadi dasar pemilihan 4 jenis platform vaksin yang kini dikembangkan UI.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Tenaga kesehatan menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Bungsu, Jalan Veteran, Kota Bandung, Senin (18/1/2021). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berbagai teknologi inovasi bidang kesehatan, khususnya terkait penanganan virus corona (Covid-19) terus diupayakan pemerintah melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang turut melibatkan kalangan akademisi.

Kali ini pengembangan teknologi tengah dilakukan Tim Pengembang Vaksin Merah Putih Universitas Indonesia (UI) yang mengembangkan 4 platform vaksin, yakni DNA, RNA, Sub-Unit Rekombinan dan Virus-Like-Particles (VLP).

"Univesitas Indonesia mengembangkan 4 platform vaksin yaitu DNA, RNA, Sub-Unit Rekombinan dan VLP," kata Ketua Tim Pengembang Vaksin Merah Putih UI Budiman Bela, dalam Webinar 'Tantangan dan Kebijakan Pengembangan Vaksin Merah Putih untuk Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19', Jumat (22/1/2021).

Budiman mengatakan, ada beberapa faktor pertimbangan yang menjadi dasar pemilihan 4 jenis platform vaksin yang kini dikembangkan UI.

Baca juga: Belasan Ribu Orang Israel Positif Covid-19 Usai Jalani Vaksinasi

"Jenis platform yang dikembangkan dipilih berdasarkan pertimbangan keamanan, efisiensi efikasi kemudian distribusi vaksin," jelas Budiman.

Dalam prosesnya, kata dia, terdapat tantangan yang signifikan terkait hilirisasi vaksin ini.

Baca juga: Tidak Lagi Melalui SMS Blast Registrasi Vaksinasi Nakes Kini Melalui Pcare

Ia berharap tantangan ini bisa diatasi melalui sinergi antara pemerintah, akademik dan dunia usaha (triple helix).

"Sehingga mitigasi risiko keterlambatan harus dilakukan sedini mungkin," papar Budiman.

Terkait 4 platform vaksin yang tengah dikembangkan Tim Pengembang UI ini, Budiman menyebut platform DNA merupakan yang paling cepat tahapan pengembangannya.

"Kalau kita lihat vaksin DNA lebih cepat pengembangannya," tutur Budiman. Platform vaksin ini kini sudah memasuki tahap stabilitas dan efisiensi produksi.

"Saat ini kita sudah masuk pada stabilitas dan efisiensi produksi, jadi menilai bagaimana kita membuat produksinya lebih tinggi," pungkas Budiman.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved