Minggu, 31 Agustus 2025

NGO, Mahasiswa, dan Buruh Kritisi PP Komponen Cadangan

Justru, menurut mereka, Pemerintah dan DPR lebih baik fokus untuk memperkuat TNI sebagai komponen utama pertahanan. 

Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai komponen Pertahanan Negara, tidak akan membiarkan aksi Terorisme menghantui dan mengancam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan daya cegah dan daya tangkal serta kecepatan bertindak dalam menanggulangi terjadinya aksi Terorisme. Hal tersebut disampaikan Komandan Komando Operasi Khusus (Dankoopssus) TNI Mayjen TNI Richard TH. Tampubolon, S.H., M.M., saat memimpin Apel Gelar Pasukan Latihan Penanggulangan Anti Teror (Latgultor) Satuan Aksi Khusus (Sataksus) TNI dalam Rangka Pengamanan VVIP TA 2020, bertempat di Pelabuhan JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/11/2020). TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI 

"Ditengah kondisi krisis ekonomi akibat wabah pendemi corona yang terjadi saat ini sebaiknya pemerintah mengalokasikan anggaran negara untuk pemulihan ekonomi dan untuk memperkuat komponen utamanya yakni TNI ketimbang membentuk komponen cadangan," kata Andi. 

Tercatat terdapat empat organisasi buruh yang tergabung dalam koalisi yakni Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI), dan Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI).

Selain itu tercatat pula 19 organisasi mahasiswa yang juga tergabung dalam koalisi yakni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia, BEM Universitas Pembangungan Nasional (UPN) Veteran, PB HMI (MPO), Lembaga Advokasi Mahasiswa dan Pengkajian Kemasyarakatan Fakultas Hukum Universitas Andalas (LAMPK FHUA), UKM Pengenalan Hukum dan Politik Universitas Andalas, BEM FH Universitas Brawijaya,Aliansi Mahasiswa UIN Jakarta, HMI Cabang Malang, BEM Universitas Brawijaya, BEM FH Universitas Brawijaya, BEM FP Universitas Brawijaya, BEM FIB Universitas Brawijaya, BEM) FIA Universitas Brawijaya,Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FH Universitas Brawijaya, BEM FH UMM, LKBHMI Cabang Ambon, BEMFISIP UNPATTI, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIP UNPATTI, dan HMI Cabang Ambon. 

Tercatat pula 15 NGO yang tergabung dalam koalisi tersebut yakni LBH Jakarta, Elsam, PBHI, KontraS, Imparsial, Setara Institute, HRWG, Forum 4 De Facto, LBH Pers, LBH Masyarakat, YLBHI, ICJR, Public Virtue Institute, Amnesty International Indonesia, dan Centra Initiative.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan