Penanganan Covid
Masyarakat Diimbau Gunakan Masker Medis Ketika Pergi ke Tempat Publik
Karena itu masyarakat diimbau memakai masker medis ketika pergi ke tempat publik untuk lebih menekan penularan virus corona.
"Kalau seseorang pakai N95 dia akan bisa saring virus yang partikelnya 0.1-0.3 mikron itu lebih dari 95 persen. Itu makanya kalau kita ke rumah sakit, mengunjungi orang sakit, atau pergi ke daerah terkonfirmasi maka kita harus pakai N95 atau KN95 atau sejenisnya," pesannya.
"Tapi kalau ke ruang publik di mana kita tahu virus itu sirculating di antara kita maka kita pakai masker medis," ujarnya.
Alexander juga memaparkan beberapa kelebihan dan kekurangan dari masker-masker tersebut. Misalnya masker kain, pemakainya bisa bernapas lebih mudah, dan harganya juga lebih murah.
Tapi kemampuan menyaring partikel paling rendah.
Kemudian, masker medis setiap 4 jam harus diganti, termasuk juga jika basah. Harganya pun cenderung lebih mahal.
Terakhir, masker N95 harganya paling mahal dari ketiganya, dan lebih ketat sehingga membuat pemakainya kurang nyaman bernapas.
Terkait penggunaan masker, Alexander juga meminta masyarakat untuk tidak sering-sering menaikkan dan menurunkan masker.
Ia menjelaskan, masker memiliki dua sisi: luar dan dalam. Bagian dalam ialah yang bersentuhan langsung bagian tubuh manusia. Bagian itu mesti steril.
Jadi jika masker sering diturunkan bisa jadi bagian tersebut terkena virus. Sehingga saat kita kenakan kembali virus tersebut bisa masuk melalui hidung maupun mulut kita.
"Jadi naik turunkan masker itu yang kita khawatirkan adalah jika jari-jari kita menyentuh bagian luar masker dan bagian luar itu kita sentuh dan memasang kembali pengaitnya kena bagian dalam. Di situ masalahnya," kata Alexander.
Baca juga: Tips Pakai Masker yang Benar dari Satgas Covid-19, Bisa Tingkatkan Pencegahan Penularan Corona
Baca juga: Ingat Masa Pakai Masker Kain, Satgas Covid-19 : Hanya Satu Bulan
Kasus itu berlaku juga untuk yang sering menurunkan masker ke dagu atau leher.
Kata Alexander, bagian leher yang tidak tertutup masker bisa jadi ada virus corona-nya.
Virus itu bisa menempel saat kita berbicara dengan orang lain yang tidak mengenakan masker atau berada di tempat umum yang tingkat aktivitasnya tinggi.
"Jadi kalau kita ngobrol 1,5 meter sama pakai masker kemungkinan virusnya nempel di bagian belakang. Ada juga yang bisa tempel ke leher kita. Bisa saja dia nempel ke badan kita."
"Makanya kalau masker itu kita turunkan ke leher atau naikkan ke atas maka otomatis bagian dalam masker sudah terkena. Kalau itu kita turunkan pakai pengait ke bawah mungkin dia akan kena ke hijab kita, kalau pakai hijab atau ke baju itu juga akan terkena," kata Alexander.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-masker-dokter-memegang-masker.jpg)