Minggu, 31 Agustus 2025

Tanggapan Kalapas Lhokseumawe Setelah Viral Video Sel Mewah Dilengkapi AC dan Dispenser

Kamar tersebut memiliki fasilitar terbilang mewah. Mulai dari pendingin ruangan, televisi hingga dispenser.

Editor: Choirul Arifin
KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO
Tangkapan layar video kamar yang disebut di Lapas Kelas II Lhokseumawe, Senin (21/2/2021) (KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Viral video memperlihatkan lapas mewah disebut kamar "sultan" di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darussalam.

Kamar tersebut memiliki fasilitar terbilang mewah. Mulai dari pendingin ruangan, televisi hingga dispenser.

Kepala Lapas Kelas IIA Lhokseumawe Nawawi angkat suara terkait beredarnya sebuah video yang diduga diambil di salah satu ruangan tahanan.

Ia mengatakan video tersebut diduga direkam pada tahun 2018 atau 2019.

Baca juga: VIRAL Video Diduga Ruang Tahanan Mewah di Lapas Aceh, Ada TV hingga Dispenser, Kalapas Buka Suara

Dugaan tersebut muncul karena sejak tahun 2000, kamar tersebut sudah kosong dan tidak ada yang menghuni.

Namun ia sendiri tidak bisa memastikan kapan video tersebut direkam.

“Namun saya tegaskan, sejak 2020 hingga sekarang, kamar itu kosong. Tak ada penghuni di sana,” kata Nawawi dalam konferensi pers, Senin (22/2/2021).

Di video berdurasi 49 detik terekam sebuah ruang tahanan yang dilengkapi fasilitas mewah. Antara lain pendingin ruangan (AC), alat pemasak nasi, televisi, hingga dispenser.

Kamar tersebut bukan seperti ruangan tahanan, tapi seperti kamar pribadi di dalam rumah.

Ruang bimbingan kerja dan sudah dirombak

Nawawi berkali-kali membantah adanya ruangan mewah untuk tahanan di lapas yang ia pimpin. Menurutnya kamar yang ada di video tersebut adalah ruangan bimbingan kerja.

Ia juga menegaskan jika ruangan tersebut dirombak dan sudah tidak ada lagi.

“Dulu itu, kamar yang beredar video itu digunakan untuk ruang tempat bimbingan kerja (Binker). Selama saya menjabat, bahkan (kamar) tidak ada penghuni lagi. Lagi pula sudah kita rombak,” kata dia.

Namun ia mengaku jika ruangan binker tersebut sempat digunakan oleh narapidana.

Mereka ditampung di dalam binker karena narapidana tidak cukup ditampung di ruang tahanan.

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan