Breaking News:

Menko PMK: Penanganan Kemiskinan Kunci Penurunan Stunting

Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan kunci untuk menurunkan stunting adalah penanganan kemiskinan.

Tribunnews/Jeprima
Petugas medis memeriksa kondisi tubuh balita yang akan mengikuti imunisasi di Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (26/11/2020). Imunisasi rutin lengkap merupakan program vaksin dasar yang diberikan kepada bayi kurang dari 24 jam hingga anak berusia 3 tahun dengan tujuan mempertahankan tingkat kekebalan optimal sekaligus mencegah terjadinya stunting pada anak. Tribunnew/Jeprima 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan kunci untuk menurunkan stunting adalah penanganan kemiskinan.

Menurutnya, kemiskinan merupakan salah satu penyebab ibu dan anak tak memperoleh gizi yang cukup.

"Memang tidak semua orang miskin anaknya stunting. Tapi sebagian besar stunting itu diakibatkan karena kemiskinan. Dan karena itu kemiskinan itu yang harus ditangani," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: Pentingnya Edukasi Gizi untuk Ibu Agar Anak Tumbuh Optimal, Tidak Stunting

Menurutnya, kaitan antara kemiskinan dan munculnya stunting pada anak sangat erat. Apalagi di masa pandemi Covid-19, angka kemiskinan juga mengalami peningkatan.

Sehingga pemerintah menggelontorkan berbagai stimulus agar kemiskinan bisa teratasi. Seperti program Bantuan Sosial, Bantuan Langsung Tunai (BLT), program sembako, dan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Ini sangat penting. Karena itu kita mengupayakan jangan sampai ada keluarga miskin baru bertambah," tutur Muhadjir.

Baca juga: Cegah Stunting, Ini Pentingnya Asupan Gizi Seimbang untuk Tumbuh Kembang Anak

Pencegahan stunting, menurut Muhadjir, juga harus dimulai sejak dini sebelum pernikahan. Pada remaja putri, menurutnya, sekolah bisa mengajarkan kesehatan reproduksi, dan soal pemenuhan gizi yang baik.

"Saya sangat percaya biaya penanganan stunting akan lebih murah kalau pencegahan lebih diutamakan. Pendekatan kesehatan (health approach) akan lebih murah dari pendekatan pengobatan (treatment approach)," ucap Muhadjir.

Seperti diketahui, stunting merupakan masalah serius dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Status Gizi Balita pada 2019, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27,67 persen. Presiden RI Joko Widodo mencanangkan target penurunan stunting menjadi 14 persen di tahun 2024.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved