Selasa, 19 Mei 2026

Virus Corona

Mutasi Virus Dianggap Hal Biasa, Masyarakat Diminta Lebih Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Jubir Vaksinasi Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyebut mutasi virus merupakan hal biasa dan masyarakat diminta lebih taat protokol kesehatan.

Tayang:
Penulis: Inza Maliana
Editor: Gigih
The Scotsman
ILUSTRASI varian baru virus corona. Jubir Vaksinasi Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyebut mutasi virus merupakan hal biasa dan masyarakat diminta lebih taat protokol kesehatan. 

TRIBUNNEWS.COM - Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menjelaskan mengenai mutasi baru virus corona asal Inggris, B.1.1.7, yang sudah masuk ke Indonesia.

Menurutnya, penemuan ini memang telah diprediksi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2020 lalu.

Hal itu lantaran WHO telah meminta kepada setiap negara untuk mengawasi perkembangan mutasi virus corona di negaranya masing-masing.

Siti pun mengatakan, mutasi pada virus merupakan hal biasa, karena mereka mencoba untuk bertahan hidup.

Baca juga: Tepat Setahun Pandemi, Wamenkes Umumkan Mutasi Virus Corona dari Inggris Masuk ke Indonesia

Baca juga: Setahun Covid-19: Libur Panjang Berdampak pada Peningkatan Tajam Penyebaran Virus Corona 

"Karena kita tahu virus memang biasanya melakukan mutasi untuk bisa bertahan menyesuaikan dengan kondisi yang ada."

"Lalu pada Senin (1/2/2021) terkonfirmasi ada dua kasus yang masuk ke Indonesia," kata Siti, dalam tayangan di Youtube Kompas TV, Rabu (3/3/2021).

Selain itu, Siti juga mengungkapkan, mutasi pada virus B.1.1.7 ini memang lebih cepat menular.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/2/2021).
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/2/2021). (Tribunnews.com/ Rina Ayu)

Namun, ia mengatakan masyarakat tidak perlu panik lantaran mutasi virus ini tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah.

"Memang terbukti lebih cepat menular dibandingkan dengan virus selama ini ada, kemungkinan penularan akan cepat terjadi."

"Namun tidak menyebabkan penyakit lebih cepat parah," ujar Siti.

Untuk itu, ia pun mengimbau agar masyarakat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Ini Penjelasan Guru Besar FKUI Soal Mutasi Virus

Baca juga: Soal Temuan Mutasi Baru Corona B117, Perlu Riset Bagaimana Efikasi Vaksin Terhadap Strain Ini

Terlebih, dalam survei yang ada, tingkat kepatuhan masyarakat pada protokol 3M masih kurang.

"Tentunya yang harus dilakukan adalah kewaspadaan kita untuk lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan."

"Karena kepatuhan masyarakat terhadap 3M belum sampai 90 persen, malah hanya 60 persen."

"Padahal ini merupakan hal yang sudah pasti dapat mengurangi kita untuk tertular virus," tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved