Virus Corona
Mutasi Virus Dianggap Hal Biasa, Masyarakat Diminta Lebih Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan
Jubir Vaksinasi Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyebut mutasi virus merupakan hal biasa dan masyarakat diminta lebih taat protokol kesehatan.
TRIBUNNEWS.COM - Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menjelaskan mengenai mutasi baru virus corona asal Inggris, B.1.1.7, yang sudah masuk ke Indonesia.
Menurutnya, penemuan ini memang telah diprediksi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2020 lalu.
Hal itu lantaran WHO telah meminta kepada setiap negara untuk mengawasi perkembangan mutasi virus corona di negaranya masing-masing.
Siti pun mengatakan, mutasi pada virus merupakan hal biasa, karena mereka mencoba untuk bertahan hidup.
Baca juga: Tepat Setahun Pandemi, Wamenkes Umumkan Mutasi Virus Corona dari Inggris Masuk ke Indonesia
Baca juga: Setahun Covid-19: Libur Panjang Berdampak pada Peningkatan Tajam Penyebaran Virus Corona
"Karena kita tahu virus memang biasanya melakukan mutasi untuk bisa bertahan menyesuaikan dengan kondisi yang ada."
"Lalu pada Senin (1/2/2021) terkonfirmasi ada dua kasus yang masuk ke Indonesia," kata Siti, dalam tayangan di Youtube Kompas TV, Rabu (3/3/2021).
Selain itu, Siti juga mengungkapkan, mutasi pada virus B.1.1.7 ini memang lebih cepat menular.
Namun, ia mengatakan masyarakat tidak perlu panik lantaran mutasi virus ini tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah.
"Memang terbukti lebih cepat menular dibandingkan dengan virus selama ini ada, kemungkinan penularan akan cepat terjadi."
"Namun tidak menyebabkan penyakit lebih cepat parah," ujar Siti.
Untuk itu, ia pun mengimbau agar masyarakat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Baca juga: Ini Penjelasan Guru Besar FKUI Soal Mutasi Virus
Baca juga: Soal Temuan Mutasi Baru Corona B117, Perlu Riset Bagaimana Efikasi Vaksin Terhadap Strain Ini
Terlebih, dalam survei yang ada, tingkat kepatuhan masyarakat pada protokol 3M masih kurang.
"Tentunya yang harus dilakukan adalah kewaspadaan kita untuk lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan."
"Karena kepatuhan masyarakat terhadap 3M belum sampai 90 persen, malah hanya 60 persen."
"Padahal ini merupakan hal yang sudah pasti dapat mengurangi kita untuk tertular virus," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-varian-baru-virus-corona-strain-baru-covid-19.jpg)