Breaking News:

IBC Dukung KPK Periksa Eksportir Benih Bening Lobster    

Lolosnya ribuan BBL yang melebihi jumlah pada dokumen tak lepas dari peran kunci oknum Balai Karantina Ikan

zoom-inlihat foto IBC Dukung KPK Periksa Eksportir Benih Bening Lobster    
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Direktur Eksekutif IBC, Arif Nur Alam saat jumpa pers mengenai politik uang APBD dalam Pilkada DKI 2012 di Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2012). Dari data IBC, ditemukan indikasi dugaan korupsi pengelolaan APBD yang dilakukan gubernur DKI Jakarta dengan meyalahgunakan bantuan sosial dan bantuan untuk meraup dukungan dari masyarakat. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Indonesia Budget Center (IBC) Arif Nur Alam mendukung penuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa para eksportir benih bening lobster(BBL) yang melakukan penyelundupan melalui jalur resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP).

“Keberhasilan Bea Cukai menggagalkan ekspor benur yang dilakukan 12 eksportir yang kedapatan mengekspor benur dengan jumlah yang berbeda antara yang tertera di dokumen administrasi dan jumlah aktual dalam cargo box yang dihitung dan disegel oleh Balai Karantina KKP.

Ini merupakan rangkaian dari pengiriman selama Juni-November 2020 hingga OTT KPK terjadi, sehingga KPK berwenang penuh untuk membongkar struktur gelap bisnis yang melibatkan aparat,” ujar Arif dalam pernyataannya yang diterima Tribun, Jumat(5/3/2021) dinihari.

Menurut Arif, lolosnya ribuan BBL yang melebihi jumlah pada dokumen tak lepas dari peran kunci oknum Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Jakarta (BKIPM) yang merupakan instansi di bawah KKP.

“Dalam pantauan kami, KKP yang melakukan penghitungan dan penyegelan justru tak meminta keterangan para eksportir nakal tersebut," kata Arif.

Baca juga: PAG Sukses Lakukan Pengapalan LNG Cargo Perdana dari PLB Arun untuk Tujuan Internasional

Pada pengiriman tanggal 18 September 2020, Bea Cukai menggagalkan pengiriman BBL yang dilakukan 12 eksportir ke Vietnam.

Dalam operasi tersebut, para eksportir sengaja menambahkan jumlah benur yang dikirim, namun tidak dicantumkan dalam dokumen administrasi.

Nyaris lolosnya ekspor BBL diketahui setelah para eksportir lolos dari pemeriksaan dokumen awal yang dilakukan perusahaan penyedia jasa logistik dan perusahaan jasa pelayanan pemeriksaan keamanan kargo dan pos.

“Para eksportir itu berlindung dengan dokumen dan segel yang ditandatangani oleh pihak BKIPM, sehingga isi boks cargo tidak boleh disentuh oleh pihak lain manapun.

Ada dua oknum inspektur BKIPM di Bandara Soekarno Hatta yang berperan membuat kotak-kotak berisi benih lobster itu lolos hingga berhasil dihentikan Bea Cukai,” ujar Arif.
   
IBC juga menduga ada permufakatan jahat di balik kesepakatan atas harga pengiriman Rp 1.800/ekor benur oleh eksportir dan KKP, karena harga ini termasuk mahal dan diketahui bahwa ongkos kirim sesungguhnya adalah Rp 350/ekor yang biaya tersebut dibayarkan ke sebuah perusahaan yang melakukan operasional riil.

Halaman
123
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved