Breaking News:

Penanganan Covid

CSIS: Warga Usia Muda Paling Tidak Peduli dengan Covid-19

Philips J Vermonte mengungkapkan masyarakat dengan usia muda adalah kelompok yang paling tidak peduli dengan Covid-19.

Tribunnews.com/ Lendy Ramadhan
Pengamat Politik Center for Strategic and International Studies (CSIS), Philips J Vermonte 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J Vermonte mengungkapkan masyarakat dengan usia muda adalah kelompok yang paling tidak peduli dengan Covid-19.

Temuan ini berdasarkan survei yang dilakukan CSIS di Yogyakarta dan Jakarta.

"Justru yang paling tidak peduli soal Covid-19, warga kita yang usia muda. Gen Z dan milenial. Itu di dua kota paling tidak ini mereka yang bilang tidak terlalu peduli dengan Covid-19," ungkap Philips dalam Webinar Refleksi Penanganan Covid-19 di Indonesia, Kamis (11/3/2021).

Baca juga: 47 Orang Positif Covid-19 Usai Senam Aerobik di Tasikmalaya, Begini Ceritanya

Philips mengatakan temuan ini mengkhawatirkan, mengingat berdasarkan data Badan Pusat Statistik, 70 persen penduduk Indonesia, usianya di bawah 40 tahun.

Sehingga bagian terbesar warga Indonesia, menurut Philips, masih kurang kepedulian soal Covid-19. Selain itu, Philips mengungkapkan hanya 50 persen masyarakat yang suka berolahraga.

Baca juga: Jadwal & Live Streaming MotoGP 2021 di Trans7 - Siapa Saja Kandidat Juara Dunia Musim Ini?

"Ini menarik soal membangun ketahanan diri melalui olahraga tidak disukai," ucap Philips.

Ada pula temuan bahwa hampir 30 persen masyarakat tetap ingin beraktivitas ketika sakit.

Dalam konteks pandemi Covid-19, menurut Philips, hal ini mengkhawatirkan.

Baca juga: Tersisa 20 Hari Lagi, Ini Sanksi bagi yang Tidak Melaporkan SPT Tahunan

Sekitar 50 persen masyarakat juga meyakini bahwa dirinya tidak akan menularkan Covid-19.

"Ini bertentangan dengan pandangan kita tentang Indonesia yang suka bergotong royong dan lain-lain. Dalam konteks ini mengkhawatirkan. Harus kita buat intervensi sosial, intervensi antropologis, tekanan pada tanggung jawab sosial," tutur Philips.

Sebanyak 30 persen masyarakat juga merasa tidak bermasalah jika ada orang yang tidak menggunakan masker. Menurut Philips, persepsi risiko masyarakat Indonesia masih rendah.

"Pelajarannya, adalah masyarakat kita memiliki persepsi risiko yang rendah. Mungkin kita kurang memiliki kalkulasi risiko. Kita merasa aman-aman saja," ungkap Philips.

Meski vaksin telah ada, namun menurut Philips sebaiknya masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan dan perilaku 3M.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved