Gejolak di Partai Demokrat

Gatot Nurmantyo Tak Kaget Moeldoko Jadi Ketum Demokrat, Sindir Harusnya Kedepankan Sikap Ksatria

Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, mengaku tak kaget saat tahu Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat lewat KLB di Deli Serdang.

KOMPAS.com Roderick Adrian Mozes / TRIBUNNEWS Herudin
Gatot Nurmantyo dan Moeldoko. Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, mengaku tak kaget saat tahu Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat lewat KLB di Deli Serdang. 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengaku tak kaget saat tahu Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menjadi Ketua Umum Partai Demokrat lewat Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).

Pasalnya, Gatot sudah mendengar nama Moeldoko saat ia ditawari oleh kubu KLB untuk menjadi calon ketua umum.

Tak hanya itu, Gatot mengungkapkan apa yang terjadi dalam KLB, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh kader dari kubu kontra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Sudah mendengar dari orang tersebut (kader kubu KLB), bahkan sudah bertemu dengan Pak Moeldoko orang tersebut," kata Gatot, saat berbicara di acara Mata Najwa, Rabu (10/3/2021).

"Sama sekali saya tidak terkejut karena saya sudah diskusi dengan beliau tersebut dan semua apa yang disampaikan itu persis terjadi," imbuhnya.

Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo saat menjadi narasumber di acara Satu Meja The Forum di studio satu Kompas TV, Menara Kompas, Jakarta, Senin (23/4/2018).
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo saat menjadi narasumber di acara Satu Meja The Forum di studio satu Kompas TV, Menara Kompas, Jakarta, Senin (23/4/2018). (KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES)

Baca juga: Kubu Moeldoko Pilih Kantor DPP Demokrat di Rawamangun, Ini Penampakannya

Baca juga: Politikus Demokrat Sebut Jhoni Allen Cs Gagal Move On dan Terjebak Romantisme Masa Lalu

Saat disinggung soal identitas kader kubu KLB, Gatot Nurmantyo tidak bisa mengungkapkannya.

Ia mengaku sudah berjanji pada orang tersebut untuk tidak mengungkap identitasnya.

"Mohon maaf, karena sekali lagi, saya harus merahasiakan nama ini karena diminta yang bersangkutan juga pada saat menyampaikan kepada saya. Jadi itu janji saya," tegasnya.

Meski begitu, Gatot mengatakan orang itu adalah orang yang ikut membangun Partai Demokrat dan membantu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di akhir jabatannya sebagai ketua umum.

"Orang ini adalah yang sama-sama ikut membangun Partai Demokrat, kemudian bersama-sama membantu Pak SBY pada saat akhir jabatan Pak SBY," kata Gatot seperti dikutip dari YouTube Najwa Shihab, Kamis (11/3/2021).

Lebih lanjut, Gatot menyebut orang itu sudah lebih dulu berpamitan pada SBY saat keluar dari Partai Demokrat.

"Beliau (kader kubu KLB) lapor pada Pak SBY bahwa, 'Saya akan keluar dari partai, sudah cukup pengabdian saya dan saya mengabdi dari luar'," ujar Gatot menirukan.

Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deliserdang, Sumatera Utara, Jenderal (Purn) TNI Moeldoko menyampaikan pidato politik pertamanya, Jumat (5/3/2021) malam.
Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deliserdang, Sumatera Utara, Jenderal (Purn) TNI Moeldoko menyampaikan pidato politik pertamanya, Jumat (5/3/2021) malam. (Tangkap Layar Kompas TV)

Terkait terpilihnya Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB, Gatot Nurmantyo berpesan pada prajurit TNI agar mengutamakan etika dan kehormatan sebagai prajurit jika ingin terjun ke dunia politik.

Ia pun mencontohkan Wiranto dan Prabowo Subianto yang dulunya tergabung dalam Partai Golkar sebagai sosok prajurit TNI yang menjunjung tinggi etika.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved