Breaking News:

OTT Gubernur Sulsel

KPK Periksa 7 PNS Sulsel Terkait Kasus Dugaan Suap Gubenur Nurdin Abdullah

Pemeriksaan dilakukan pada Jumat (12/3/2021) di kantor Kepolisian Daerah Sulsel (Polda Sulsel).

Tribunnews/Jeprima
Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (kiri) berjalan usai mengikuti konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari. Pada konferensi pers tersebut, KPK menyatakan telah menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus proyek pembangunan infrastruktur karena diduga menerima gratifikasi atau janji. Selain Nurdin Abdullah, KPK juga menetapkan tersangka kepada Sekdis PUPR Sulsel, Edy Rahmat (ER) sebagai penerima dan Agung Sucipto (AS) selaku pemberi. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 7 pegawai negeri sipil (PNS) atas dugaan kasus suap proyek infrastruktur yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Pemeriksaan dilakukan pada Jumat (12/3/2021) di kantor Kepolisian Daerah Sulsel (Polda Sulsel) Makassar.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara bidang Penindakan KPK Ali Fikri menyatakan ke-7 PNS tersebut diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang bersangkutan.

"Hari ini (12/3/2021) Pemeriksaan saksi dugaan TPK perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021, tempat riksa di Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan," kata Ali dalam keterangan resminya, Jumat (12/3/2021).

Baca juga: Nurdin Abdullah Tepis Uang Suap Buat Tutupi Utang Kampanye

Diduga ketujuh saksi tersebut memiliki informasi penting guna mengembangkan perkara Tindak Pidana Korupsi (TPK) yang menjerat orang nomor satu di Sulsel ini.

Ali Fikri memerinci ketujuh nama yang akan diperiksa di Polda Sulsel tersebut di antaranya, Herman Parudani, Ansar, Hizar, Suhasril, A. Yusril Mallombasang, Asirah Massinai, Astrid Amirullah.

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021.

Selain Nurdin, KPK juga turut menetapkan dua orang tersangka lainnya yang diduga terlibat dalam kasus ini yakni Edi Rahmat alias ER dan Agung Sucipto alias AS.

Tersangka Edy ini sendiri kata Ketua KPK Firli Bahuri merupakan Sekretaris Dinas PUTR Sulawesi Selatan sedangkan Agus merupakan seorang kontraktor.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved